Home News Ini Rekomendasi Ulama Aceh Terkait Penanganan COVID-19
News

Ini Rekomendasi Ulama Aceh Terkait Penanganan COVID-19

Share
MPU Aceh tolak ketentuan pemerintah pusat soal khitan perempuan dan penyediaan alat kontrasepsi bagi remaja
Ketua MPU Aceh Tgk Faisal Ali Faisal | Foto: Istimewa
Share

POPULARITAS.COM – Sejumlah ulama kharismatik di Provinsi Aceh melahirkan rekomendasi penanganan COVID-19 untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemik virus corona yang kini terus menjangkiti masyarakat.

Rekomendasi tersebut ditandatangani dalam Muzakarah Ulama Kharismatik Aceh di Banda Aceh oleh sejumlah ulama seperti Teungku Nuzzahri (Waled NU), Abu Yazid Al-Yusufy, Waled Tgk H Muhibuddin, Teungku Haji Faisal Ali, Teungku Haji Daud Hasbi, Abu Madinah, Teungku Haji Muksalmina A Wahab, Abu Mekkah serta sejumlah ulama kharismatik lainnya.

“Rekomendasi ini bertujuan untuk membantu Pemerintah Aceh, dalam menanggulangi wabah pandemi COVID-19 di Aceh, sesuai dengan peran ulama,” kata Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Teungku Haji Faisal Ali seperti dilansir laman Antara, Minggu (30/8/2020).

Ada pun rekomendasi yang dilahirkan tersebut diantaranya mengimbau kepada seluruh umat muslim di Aceh agar senantiasa selalu berdoa kepada Allah SWT agar terhindar dari segala penyakit.

Kemudian mengimbau masyarakat mengkonsumsi makanan halal, menghindari segala jenis maksiat dan perbuatan yang dapat mendatangkan murka Allah SWT.

Para ulama juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh agar menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker saat berada di luar rumah, menghindari keramaian, menjaga jarak dengan orang lain, sering mencuci tangan dengan sabun dengan air yang mengalir.

Tidak hanya itu, para ulama juga mengimbau agar para khatib agar menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya pandemi COVID-19 di masyarakat.

Sedangkan pengurus masjid juga diminta agar selalu mengingatkan jamaah agar mematuhi protokol kesehatan ketika pelaksanaan ibadah shalat Jumat serta membatasi durasi khutbah (ceramah).

“Imam juga dianjurkan untuk membaca Qunut Nazilah pada shalat wajib lima waktu dan shalat Jumat,” kata Teungku Faisal Ali menambahkan.

Para ulama juga meminta kepada pemerintah agar menyediakan fasilitas protokol kesehatan di setiap ruang publik seperti di sekolah, dayah pesantren, pasar dan rumah ibadah serta sarana publik lainnya.

Pemerintah Aceh juga diminta agar membatasi waktu operasional warung atau lokasi wisata dan tempat berkumpulnya masyarakat, agar penyebaran pandemi COVID-19 dapat segera teratasi.

“Pemerintah Aceh wajib  menjaga perbatasan darat dan bandara menuju ke Aceh, sebagai tindakan antisipasi pencegahan COVID-19,” katanya menuturkan.

Di dalam rekomendasi tersebut, para ulama juga meminta pemerintah mengeluarkan kebijakan berimbang terhadap fasilitas agama dan wilayah publik lainnya, dalam memutus matarantai pandemi COVID-19 di tanah air.

Editor: dani

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun

POPULARITAS.COM  – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut baik pelaksanaan misi...

InternasionalNews

Eksekusi Mati Pezina di Tanah Suci, Hubungan Saudi dan Bangladesh Memanas

POPULARITAS.COM –  Hubungan bilateral Bangladesh dan Kerajaan Arab Saudi tengah diuji. Baru-baru...

News

Satgas PRR Aceh Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana di Berbagai Sektor Strategis

POPULARITAS.COM –  Pemerintah menegaskan akan terus mengoptimalkan upaya percepatan pemulihan Aceh pascabencana...

News

3 Hal yang Disampaikan Sekjen PBB Saat Bertemu Prabowo

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)...