Home Internasional Iran dan Amerika kembali saling serang, harga minyak naik 1 persen
Internasional

Iran dan Amerika kembali saling serang, harga minyak naik 1 persen

Share
Ilustrai harga minyak. FOTO : Net
Share

POPULARITAS.COM – Situasi di Iran tan kunjung membaik. Dampaknya pun kian terasa, terutama harga minyak dunia yang kembali naik. Perang dengan militer Amerika ASerikat itu, diambang ketidakpastian kapan berakhir.

Baru-baru ini, perang kembali bergulir, akibatnya harga minyak dunia naik 1 persen. Melansir CNBC, Kamis (3/9/2026), harga minyak Brent, yang menjadi patokan internasional, naik sekitar 1% dan ditutup pada US$ 95,63 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat hampir 1% dan berakhir di US$ 91,01 per barel.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah militer AS menyelesaikan serangkaian serangan terhadap Korps Garda Revolusi Islam Iran pada Selasa.

Berdasarkan pernyataan Komando Pusat AS atau Centcom, serangan tersebut menyasar sejumlah fasilitas, termasuk pertahanan udara, sistem radar, aset maritim, kemampuan peletakan ranjau, serta situs komunikasi.

Iran kemudian memberikan respons. Menurut media pemerintah Iran, Garda Revolusioner menyatakan telah menargetkan posisi militer AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, Irak, dan Uni Emirat Arab sebagai tindakan balasan.

Pertempuran antara AS dan Iran kembali pecah untuk pertama kalinya sejak Juli. Washington berupaya melemahkan kemampuan Teheran dalam menyerang kapal serta mengganggu lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz, salah satu jalur penting bagi perdagangan minyak dunia.

Arus minyak melalui Selat Hormuz juga menjadi perhatian utama pasar. Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan lebih dari 17 juta barel minyak melewati jalur tersebut. Jumlah itu menjadi rekor sejak perang dimulai pada akhir Februari.

Sebelum perang, sekitar 20 juta barel minyak mentah dan produk olahan per hari melewati Selat Hormuz. Karena itu, setiap gangguan terhadap jalur pelayaran tersebut berpotensi memberikan tekanan besar terhadap pasar energi dan harga minyak global.

Harga minyak AS sendiri telah meningkat sekitar 9% sepanjang pekan ini. Pasar kembali memperhitungkan risiko gangguan terhadap ekspor minyak mentah dari Timur Tengah setelah permusuhan antara AS dan Iran meningkat.

Di tengah eskalasi tersebut, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan belum berminat membuka kembali perundingan dengan Iran. Pemerintah AS justru mengandalkan tekanan ekonomi terhadap Teheran melalui blokade angkatan laut serta perluasan kampanye sanksi.

“Saya tidak mencoba memaksa Iran ke meja perundingan,” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

“Saya lebih menyukai posisi kita sekarang, dengan kendali hampir total atas Selat Hormuz, dan ekonomi mereka benar-benar runtuh,” tambah dia.

Perkembangan konflik AS-Iran selanjutnya menjadi perhatian pelaku pasar karena risiko gangguan di Selat Hormuz dapat memengaruhi pasokan minyak sekaligus meningkatkan ketidakpastian harga energi global.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Sebut Iran kembangkan Nuklir, Peru putuskan hubungan diplomatik dengan Iran
Internasional

Sebut Iran kembangkan Nuklir, Peru putuskan hubungan diplomatik dengan Iran

POPULARITAS.COM – Peru menuding Iran kembangkan Nuklir dan tidak bersedia bekerja sama...

InternasionalNews

Badan Intelijen Ukraina Ungkap Identitas 8 WNI yang Jadi Tentara Rusia

Badan Intelijen Ukraina Ungkap Identitas 8 WNI yang Jadi Tentara Rusia POPULARITAS.COM...

InternasionalNews

Usai Jual Ganja, Nenek 101 Tahun Ini Dibebaskan karena Terlalu Tua

POPULARITAS.COM – Seorang perempuan berusia 101 tahun ditangkap di Nigeria karena diduga...

InternasionalNews

Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Pangan dan Energi Lewat Pertemuan 2+2

POPULARITAS.COM – Indonesia dan Australia memperkuat kerja sama bilateral, khususnya di sektor...