Home News Iran Klaim Serangan Rudalnya Bunuh 80 Tentara AS di Irak
News

Iran Klaim Serangan Rudalnya Bunuh 80 Tentara AS di Irak

Share
Ilustrasi rudal. (Foto: Tempo)
Share

(popularitas.com) – Iran mengklaim telah membunuh 80 personel militer Amerika Serikat setelah belasan roketnya menggempur dua pangkalan militer AS di Irak pada Rabu dini hari 8 Januari 2020. Pihak AS hingga sore tadi belum bisa segera membenarkan atau membantah klaim Iran itu.

Ini merupakan aksi balasan Iran setelah komandan pasukan elite mereka, Qasem Soleimani, dibunuh AS dalam serangan drone di Irak pada 3 Januari 2020. Menurut stasiun televisi al-Jazeera, dengan mengutip Departemen Pertahanan AS, Iran menembakkan belasan roket ke dua basis militer Amerika di Irak. Roket-roket itu ditembakkan dari pangkalan militer Iran Ain al-Asad di Provinsi Anbar dan satu lagi dari pangkalan di Erbil pada Rabu dini hari tadi.

Kantor berita Turki, Anadolu Agency, mendapatkan laporan dari stasiun televisi pemerintah Iran bahwa serangan roket mereka merenggut nyawa 80 warga AS. Begitu pula harian The Washington Post edisi online yang mendapatkan klaim dari Iran bahwa sedikitnya 80 tentara AS tewas.

Pihak berwenang AS masih mengecek kebenaran klaim tersebut. Namun, juru bicara Pentagon (Departemen Pertahanan AS) Jonathan Hoffman, sudah menyatakan bahwa rudal-rudal Iran telah menyerang sedikitnya dua fasilitas milik Irak yang digunakan sebagai markas militer AS dan koalisinya, yaitu di Al-Asad dan Erbil.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Javad Sarif, menyatakan bahwa Teheran telah melancarkan “tindakan yang terukur” untuk membalas pembunuhan AS atas Jendera Qasem Soleimani pekan lalu. Kendati demikian, menurut Sarif, serangan rudal itu tidak berarti Iran mau memicu perang dengan AS.

Serangan roket dini hari tadi itu merupakan insiden terkini atas aksi saling serang antara AS maupun Iran melalui sekutu mereka dalam beberapa pekan terakhir. Ini bermula  dari pembunuhan seorang kontraktor Amerika di suatu pangkalan militer AS di Irak akhir Desember 2019.

AS lalu menanggapinya dengan melancarkan serangan udara atas milisi dukungan Iran yang dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan itu. Lalu, beberapa hari setelah pembunuhan atas Jenderal Qasem, Kedutaan Besar AS di Baghdad, Irak, Selasa lalu diserang oleh sekelompok milisi dan demonstran.

Sumber: VIVAnews

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Wagub Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat...

News

Bupati Pidie Alokasikan Anggaran Rp125,6 M Untuk Gaji Tenaga PPPK-PW

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie, telah mengalokasikan anggaran dana sebesar ratusan miliar rupiah...

EdukasiNews

Peringati Hardikda Aceh, Rektor USK Tegaskan Pendidikan Bukan Hanya Mengejar Angka dan Prestasi

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Mirza Tabrani, mengingatkan agar pendidikan...

News

Serapan TKD Bencana Sangat Rendah, Bupati Pidie Jaya Murka

POPULARITAS.COM – Serapan anggaran recovery pasca bencana Hidrometeorologi Pidie Jaya bersumber dana...