Home Hukum Jaksa Bireuen Segera Limpahkan Kasus Korupsi Dana Desa ke Pengadilan
HukumNews

Jaksa Bireuen Segera Limpahkan Kasus Korupsi Dana Desa ke Pengadilan

Share
Jaksa Bireuen Segera Limpahkan Kasus Korupsi Dana Desa ke Pengadilan
Dokumen. Tersangka JAS, mantan kepala desa, di Kantor Kejaksaan Negeri Bireuen, di Bireuen. (Antara Aceh/HO/Kejari Bireuen)
Share

POPULARITAS.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen, Aceh, segera melimpahkan kasus dugaan korupsi dana desa dengan kerugian negara mencapai Rp296 juta ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh.

“Kasus korupsi dana desa yang sedang kami tangani sejak beberapa bulan lalu segera dilimpahkan ke pengadilan,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Bireuen Wisdom yang dihubungi dari Banda Aceh, Jumat (21/8/2020) dikutip dari Antara.

Sebelumnya, Kejari Bireuen menetapkan mantan Keuchik atau Kepala Desa Reusep Ara, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, berinisial JAS sebagai tersangka korupsi dana desa tahun anggaran 2018.

Wisdom mengatakan saat ini penyidik sedang merampungkan penyusunan berkas perkara. Penyusunan selesai dalam waktu tidak begitu lama. Setelah itu, berkas perkara beserta tersangka dilimpahkan ke pengadilan.

Menyangkut dengan penambahan tersangka, Wisdom mengatakan berdasarkan hasil penyidikan dan pemeriksaan saksi-saksi serta alat bukti, tidak ada penetapan tersangka baru.

“Tidak ada penetapan tersangka baru. Sedangkan jumlah saksi yang sudah dimintai keterangan sebanyak 23 orang, termasuk seorang saksi ahli dari Dinas Pekerjaan Umum setempat,” katanya.

Wisdom menyebutkan penanganan kasus dugaan korupsi dana desa tersebut berawal dari informasi masyarakat. Dari informasi tersebut, tim intelijen melakukan pengumpulan data sejak akhir 2019.

Dan sejak Januari 2020, penanganan kasus ditingkatkan ke penyelidikan. Setelahnya ditemukan alat bukti, maka kasus ditingkatkan ke penyidikan dan dilimpahkan ke Seksi Pidana Khusus.

Dari hasil penyelidikan, ditemukan bahwa tersangka menarik dana desa tidak sesuai dengan ketentuan. Tersangka tidak dapat mempertanggungjawabkan penggunaan dana desa, baik secara administrasi maupun fisik.

“Untuk kegiatan fisik, tersangka JAS melaporkan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Bahkan ada kegiatan fisik fiktif, sehingga dugaan sementara kerugian negara mencapai Rp296 juta,” kata Wisdom.[acl]

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

NewsSosial dan Budaya

Kolaborasi Pemerintah Aceh, BPMA, dan Medco Tanam 1.000 Mangrove

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri...

News

Samsat Banda Aceh : Seluruh Pelayanan Resmi Pajak  Dipastikan Gratis, Jangan Pakai Calo!

POPULARITAS.COM – Kepala Samsat Banda Aceh, Rahmat Syahreza, mengimbau seluruh masyarakat agar...

News

Bongkar Pasang Kepala SKPK Pidie oleh Sarjani

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat...