POPULARITAS.COM – Kerusakan akibat banjir bandang di Aceh, lebih parah dibandingkan dengan tsunami. Sebab, skala bencana ini sangat luas dan berdampak pada hampir sebagian besar wilayah di provinsi ujung barat Sumatra itu.
Penilaian itu disampaikan oleh Ketua Umum PM Jusuf Kalla, kepada wartawan saat berkunjung ke Aceh Utara, Jumat (19/12/2025).
“Tsunami 2024 hancurkan semua rumah. Banjir tidak. Namun skala dan dampak wilayahnya lebih luas saat banjir 26 November 2026,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, mantan Wakil Presiden RI itu juga menyebut PMI akan mengirim alat berat untuk membantu membersihkan jalan dan fasilitas umum. Hal itu disampaikannya di depan Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, yang ikut mendampingi JK ketika meninjau lokasi terdampak banjir.
“Dua bulan ini, bulan pembersihan. Kami kirim alat berat, kurang, kami tambah lagi nanti,” kata JK.
Menurutnya kebutuhan pangan juga tetap diprioritaskan, termasuk kebutuhan pakaian dan perlengkapan ibadah. JK pun memastikan PMI terus membantu masyarakat.
Dia berharap pada bulan Ramadan, semua warga dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman.
Sebelumnya, JK juga menyebut tidak ada batas wilayah demi mengatasi bencana kemanusiaan. Dia juga berharap pemerintah membuktikan mampu menangani dampak banjir besar di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat jika memang sanggup.
“Jika pemerintah sanggup, ya buktikan dengan anggaran begitu besar,” kata JK.
JK yang turut bercengkerama dengan warga Gampong Keude Bungkaih juga menyebut sangat baik jika ada dermawan yang ingin membantu korban banjir besar di Sumatra. Apalagi bantuan itu diberikan tanpa diminta terlebih dulu.
“Karena demi kemanusiaan, tidak ada batas wilayah,” kata JK.
JK juga menyebut banyak rumah yang hancur akibat banjir besar dan longsor di Aceh Utara. Menurutnya rumah-rumah tersebut harus segera diganti.
“Sebagiannya (juga) rusak, tetapi masih bisa diperbaiki, perlu segera dilakukan perbaikan,” kata JK.
Ketika disinggung perlukah Indonesia menerima bantuan asing untuk penanganan dampak banjir besar dan longsor di Sumatra, JK menekankan hal paling penting saat ini adalah bersama-sama bekerja untuk membangun kembali rumah-rumah yang hancur dan tertutupi lumpur.
“Semua sudah bekerja. Pemerintah pusat, provinsi, daerah, relawan, PMI, semuanya. Kalau bantuan rumah itu dari pemerintah, PMI hanya bisa memberikan barang-barang saja seperti logistik dan kebutuhan lainnya,” tutur JK.











Leave a comment