Home News Jumpai Pimpinan DPRK, Ulama Dayah Tolak Wacana Pembangunan Yon TP di Abdya
News

Jumpai Pimpinan DPRK, Ulama Dayah Tolak Wacana Pembangunan Yon TP di Abdya

Share
Ulama Abdya beraudiensi dengan Ketua DPRK Abdya, Tolak pembangunan Yon TP, Rabu (29/10/2025). Poto : Rahmat | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Para Ulama, Pimpinan Dayah hingga Jaringan Aneuk Syuhada (JASA) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menolak wacana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Bumo Breuh Sigupai.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua JASA Abdya saat melakukan audensi dengan pimpinan DPRK Abdya.

Kedatangan para ulama dayah itu  disambut oleh Ketua DPRK, Roni Guswandi dan wakil Ketua DPRK, Mustiari.

Dalam audiensi tersebut, hadir perwakilan dari Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA), JASA, PERTI, ISBAT, Pimpinan Dayah, Ketua Inshafuddin, Koordinator FPPA, Tastafi, dan Ketua Askarimah.

Ketua JASA Abdya, Said Fadhli mengatakan, pihaknya telah melakukan audiensi dengan ketua DPRK Abdya, terkait wacana pembangunan Yon TP.

“Kita meminta kepada pimpinan DPRK agar menolak dan mengakaji ulang wacana pembangunan Batalyon di Abdya,” kata ketua JASA Abdya, Said Fadhli.

Karena, kata Said, untuk mendukung YON TP itu, Pemkab Abdya akan menghibahkan lahan seluas 25 hektar di kawasan Lama Muda, Kecamatan Kuala Batee.

“Kita tidak setuju, dan meminta wacana pemberian lahan 25 hektar itu dialihkan untuk kemaslahatan umat,” pintanya.

Untuk itu, Said pun mempertanyakan urgensi pembangunan Yon TP di Aceh khususnya di Abdya.

“Untuk itu pemerintah harus mengkaji ulang pembangunan Batalyon, baik secara agama, maupun dalam hal lainnya. Lagi pula, pembangunan Batalyon, jelas-jelas bertentangan dengan Kesepakatan GAM – RI, yang disebutkan dalam butir MOU Helsinki,” terangnya.

“Sejauh ini, kita sama-sama berkomitmen menjaga keutuhan dan kemaslahatan jalannya perdamaian yang abadi,” tambahnya.

Jadi, lanjutnya, pemerintah jangan  mengkhianati perdamaian yang sudah disepakati bersama tersebut.

“Pemerintah Indonesia, jangan pura-pura lupa, banyak korban berjatuhan ketika konflik, banyak perempuan yang menjadi janda, banyak anak menjadi yatim, banyak orang tua dan keluarga menjadi korban,” paparnya.

Selaku salah satu anak korban konflik, Said menagih tanggung jawab negara terhadap rekonsiliasi pemulihan tersebut.

“Karena, sampai sekarang orang tua kami, belum kembali akibat konflik masa lalu,” tegasnya.

Said berharap dengan beraudensi kepada ketua DPRK Abdya, bisa mendapat sambutan positif dari pemerintah,” pungkasnya

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Wagub Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat...

News

Bupati Pidie Alokasikan Anggaran Rp125,6 M Untuk Gaji Tenaga PPPK-PW

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie, telah mengalokasikan anggaran dana sebesar ratusan miliar rupiah...

EdukasiNews

Peringati Hardikda Aceh, Rektor USK Tegaskan Pendidikan Bukan Hanya Mengejar Angka dan Prestasi

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Mirza Tabrani, mengingatkan agar pendidikan...

News

Serapan TKD Bencana Sangat Rendah, Bupati Pidie Jaya Murka

POPULARITAS.COM – Serapan anggaran recovery pasca bencana Hidrometeorologi Pidie Jaya bersumber dana...