POPULARITAS.COM – Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana berjanji melakukan evaluasi terhadap personelnya menyusul laporan dugaan kekerasan dan intimidasi terhadap sejumlah jurnalis saat meliput aksi penolakan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) di Kantor Gubernur Aceh.
Pernyataan tersebut disampaikan Andi Kirana saat bertemu sejumlah awak media di Kantor Aliansi Jurnalis Independen Banda Aceh, Jumat, (15/5/2026).
“Dari ketiga jurnalis telah kami dengarkan apa yang dialaminya saat aksi unjuk rasa penolakan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang JKA di Kantor Gubernur Aceh,” kata Andi Kirana.
Dalam pertemuan itu, wartawan CNN Indonesia, Dani Randi, mengaku mengalami intimidasi di area rubanah Gedung Serbaguna Balee Meuseuraya Aceh (BMA) sekitar pukul 19.30 WIB.
Ia mengaku didatangi sejumlah orang tak dikenal yang meminta dokumentasi liputannya dihapus dan sempat merampas alat kerjanya.
“Disini ia tidak dapat memastikan apakah oknum tersebut dari kepolisian ataupun bukan, sehingga ia dilepaskan disaat salah satu dari oknum tersebut menyebutkan ini wartawan yang sering ke Polresta Banda Aceh,” ujarnya.
Selain itu, dua wartawan yaitu dari AJNN dan RMOL Aceh juga melaporkan diminta menghapus dokumentasi video oleh seorang polwan saat pembubaran massa berlangsung. Keduanya juga mengaku dihampiri seorang perempuan berpakaian preman yang meminta rekaman video dihapus.
Andi Kirana menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa yang dialami para jurnalis. Ia menyebut situasi di lapangan saat itu sudah tidak terkendali setelah aksi berlangsung ricuh.
“Terkait yang diduga dilakukan oleh oknum polwan, walaupun pihak wartawan tidak menjelaskan identitas secara jelas, kami akan tetap menindaklanjuti dan melakukan evaluasi,” ujarnya.
Ia menambahkan Polresta Banda Aceh telah menerbitkan petunjuk dan arahan (jukrah) kepada seluruh personel agar tidak melakukan intimidasi terhadap wartawan maupun humas instansi saat melakukan peliputan di lapangan.
“Jukrah telah kami terbitkan agar seluruh personel memahami kinerja rekan-rekan media di lapangan,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Andi Kirana juga meminta wartawan menggunakan kartu identitas maupun atribut media saat melakukan peliputan agar mudah dikenali aparat ketika terjadi pembubaran aksi.
“Jangan ada ketersinggungan antara media dan polisi, keduanya merupakan mitra kerja. Berbagai masukan dari Ketua KKJ Aceh, Ketua AJI Banda Aceh dan lainnya, akan terus kami lakukan sebagai pembenahan diri saat berhadapan dengan para jurnalis,” pungkasnya.









Leave a comment