Home Feature Kehadiran Murthala ditengah keterisolasian SMA 1 Pining di Gayo Lues
FeatureHeadline

Kehadiran Murthala ditengah keterisolasian SMA 1 Pining di Gayo Lues

Share
Plt Kadis Pendidikan Aceh Murthalamuddin saat mendatangi SMAN 1 Pining, Jumat 30 Januari 2026. FOTO : HO popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Pining di Gayoe Lues, salah satu kecamatan terdampak parah. Kala banjir bandang menghumbalang 18 kabupaten dan kota di Aceh, kawasan itu terisolasi. Satu-satunya akses ke tempat itu hanya lewat udara. Bisa lewat darat, tapi medannya sulit, butuh waktu berjam-jam untuk tiba disana.

Meski mencapai tempat itu teramat sulit, namun hal itu tak surutkan langkah Murthalamuddin kesana. Kerinduannya pada murid-murid dan guru di wilayah itu, melecutkan tekad bulat bisa tiba di Pining.

Akses darat belum pulih benar. Masih banyak jalan-jalan yang rusak, namun, Jumat, 30 Januri 2026, Murthalamuddin yang saat ini jabat sebagai Plt Kadis Pendidikan Aceh itu, tiba di SMAN 1 Pining.

Sebelum banjir bandang, Pining memang dikenal sebagai wilayah yang jarak butuh waktu mencapainya. Karnanya, kala bencana, kawasan ini makin sulit dicapai. Tantangannya, jalanan masih berlumpur dan menuju ke sana, sungguh sangat teramat sulit. Tantangannya begitu rumit.

Di Pining, banyak fasilitas pendidikan yang rusak, tidak hanya sekolah, rumah-rumah guru, asrama siswa, dan juga mess ikut porak poranda. Nyaris seluruh fasilitas pendidikan di tempat itu rusak parah.

Selain satu kerinduan bertemu para siswa dan guru, kehadiran Murthalan ke Pining, untuk melihat secara langsung kerusakan fasilitas pendidikan di kecamatan itu. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pidie itu juga, ingin memastikan proses pembelajaran di SMAN berjalan meski belum pulih 100 persen.

Kondisi SMAN 1 Pining usai bencana. FOTO : HO popularitas.com

Tak ada sambutan meriah saat Murthala tiba di SMAN 1 Pining, Plt Kadis Pendidikan Aceh itu hanya mengenakan sendal jepit, dengan celana panjang terlipat keatas. Tampilannya humble dan tak ada kesan seperti pejabat kebanyakan.

Di SMAN 1 Pining, Murthala menyapa seluruh murid dan dewan guru. Mereka berdialog, tanpa sekat dan batas. Seolah kehadiran Plt Kadisdik Aceh itu, laksana orangtua yang berkunjung ke anaknya yang sedang sakit.

Meski masih terbalut suasana duka akibat bencana, namun, dari wajah-wajah para murid dan guru, terpancar satu harapan saat berdialog dengan Murthala.

“Saya salut sama anak-anak saya, para murid di sini, begitu juga dengan guru-guru. Ditengah keterbatasan, namun semangat untuk belajar sangat tinggi,” katanya.

Terutama para guru di sini, sambung Murthala lagi. Tak banyak para pendidik yang ingin bertugas disini. Sebab sekolah ini terpencil dan jauh dari pusat-pusat kota. Namun, semangat para guru cerdaskan kehidupan bangsa dan para siswa, satu hal yang tidak dimiliki orang lain, tambahnya.

Lewat dialog itu, Murthala menyampaikan pujian dan apresiasinya. Sebagai contoh, Plt Kadisdik Aceh itu kagumi sikap para guru dan murid. “Ini daerah terpencil, bencana parah, akses sulit, tapi semangat guru dan siswanya tak runtuh untuk mengajar dan belajar,” imbuhnya.

Beberapa murid dan guru lontarkan pertanyaan kepada Murthala. Semua keluh kesah ditanggapinya dengan santun dan penuh solusi. Terpancar rasa puas atas jawab-jawaban Plt Kadisdik Aceh itu atas masalah mereka.

Sesekali, Murthala melontarkan canda dan guyon. Hal itu membuat suasana dialog jadi riuh dan tawa. Begitulah, tak ada kesan formalitas dan jarak antara dia, guru dan para murid SMAN 1 Pining saat dialog tersebut.

Kepada para dewan guru, Murthala kembali menegaskan bahwa, Pemerintah Aceh terus berkordinasi dengan pusat. Hal itu sebagai bagian penting untuk penanganan bencana, terutama untuk memperbaiki sarana pendidikan yang hancur dan rusak berat.

Apalagi di Pining ini, wilayah terpencil yang butuh perhatian dan penanganan khusus. Jadi, semua pihak harus berkonsentrasi penuh ke wilayah-wilayah terisolir. Untuk itu, butuh anggaran yang fleksible bagi daerah-daerah sulit di jangkau seperti di kawasan ini.

Lebih dari tiga jam Murthala gelar dialog di SMAN itu. Ia hadir, tidak hanya untuk mengecek kerusakan sekolah, namun, lebih dari itu, kedatangannya sebagai oase. Plt Kadisdik Aceh itu, menegaskan kehadirannya sebagai representasi negara selalu membersamai rakyat.

Proses pemulihan Aceh butuh waktu panjang. Begitu juga upaya rehabilitasi dan rekonstruksi sarana dan prasarana pendidikan. Namun, seperti kata Murthala, pendidikan tak boleh berhenti, anak-anak tetap harus belajar dalam kondisi apapun.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Headline

Anggaran jumbo di Dinas PU Pidie jalan ditempat

POPULARITAS.COM – Dinas PU Pidie, di tahun anggaran 2026, miliki pagu Rp91...

HeadlineSepakbola

Drama adu penalti, PSG Kampiun Liga Champions 2025/2026

POPULARITAS.COM – Laga final Liga Champions 2025/2026, berlangsung dramatis. Pertandingan yang digelar...

FeatureHeadline

Lebaran iduladha di Rumah Singgah BFLF

POPULARITAS.COM – Momen merayakan lebaran iduladha bersama keluarga, tentu impian dan keinginan...

FeatureHeadline

Sisi lain Abang Samalanga : Antara politisi dan pecinta kucing

POPULARITAS.COM – Tak banyak yang tahu, selain politisi dan dipercaya sebagai pemimpin...

Exit mobile version