Home News Kendala Belajar Daring Tak Ada Smartphone Hingga Jaringan Lelet
News

Kendala Belajar Daring Tak Ada Smartphone Hingga Jaringan Lelet

Share
Belum Ada Izin dari Satgas Covid-19 Pidie, SMA/SMK Masih Sekolah Daring
Para dewan guru sedang memberikan materi kepada murid yang belajar daring di SMP N 5 Lhokseumawe) Popularitas.com/Rizkita.
Share

LHOKSEUMAWE (popularitas.com) – Kepala sekolah SMP 5 Negeri Lhokseumawe, Sri Aryati mengaku kendala belajar daring selama ini ada sejumlah siswa tidak memiliki smartphone hingga jaringan lelet, karena tempat tinggal jauh dari perkotaan.

“Kendala pertama itu adalah jaringan internet, dan yang kedua ada anak-anak tak memiliki handphone, mengingat perekonomian orang tua murid tak semua memiliki fasilitas untuk anaknya yang mengikuti sistem belajar daring,” kata Sri Aryati, Senin (20/7/2020).

Kendati demikian, Sri mengaku menawarkan solusi lain bagi yang tidak memiliki smarphone. Siswa diminta untuk datang ke sekolah dua hari sekali. Lalu mereka diberikan tugas oleh wali kelas, selanjutnya dikerjakan di rumah masing-masing.

“Setelah selesai mengerjakan tugas mereka kembali lagi ke sekolah dan diberikan tugas lagi dan terus berlanjut hari berikutnya. Hanya itu solusi yang dapat disarankan kepada wali murid, agar proses belajar di tengah pandemi tetap berjalan lancar,” jelasnya.

Menurutnya, siswa yang memiliki smartphone di sekolah yang dipimpinnya sekitar 80 persen. Selebihnya tidak memiliki perangkat telepon pintar dan mereka harus belajar secara manual dengan datang langsung ke sekolah.

“Terkendala lainya adalah, sebagian orangtua murid ada yang tidak bisa menggunakan internet, bahkan cara buka email saja ada yang tidak bisa,” ungkapnya.

Sri mengaku untuk dewan guru hingga sekarang tidak ada kendala mengajar secara daring. Apa lagi di sekolah ada laboratorium komputer yang memiliki jaringan internet dapat dipergunakan guru menyampaikan materi secara daring kepada siswa di rumah.

“Kalau guru dapat mempergunakan fasilitas yang ada di sekolah, termasuk internet,” jelasnya.

Adapun aplikasi yang dipelgunakan, sebutnya, seperti google class room. Sistem belajar ini juga sebelumnya sudah dijelaskan kepada wali murid. “Kita harapkan kepada orangtua untuk bekerja sama dengan guru agar proses belajar daring ini tetap berjalan lancar,” jelasnya.

Sri mengaku belajar secara daring memang tidak maksimal seperti tatap muka. Tetapi selama pandemi tidak ada pilihan lain selain belajar daring agar peserta didik tetap mendapatkan pendidikan dengan segala keterbatasan.[acl]

Reporter: Riskita

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Prabowo Ungkap Alasan Beratnya Copot Dadan Hindayana

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengaku berat saat mengambil keputusan mencopot Dadan...

News

4 Fakta Kasus Dugaan Korupsi BGN yang Menjerat Dadan Hindayana Cs

POPULARITAS.COM – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan penyimpangan besar dalam tata kelola...

EkonomiNews

Mualem Panggil Kepala BPMA Bahas Blok Andaman dan Pipa Gas

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memanggil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh...

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....