POPULARITAS.COM – Anggota Komisi XIII DPR RI, Muslim Ayub, mendorong pemerintah untuk segera membangun barak hunian sementara bagi para korban banjir bandang dan longsor yang kembali melanda sejumlah wilayah di Aceh.
“Pembangunan barak sementara sangat penting agar korban memiliki tempat tinggal yang teratur dan aman. Hal ini juga memudahkan pihak berwenang dalam melakukan pendataan terpadu serta mendistribusikan bantuan secara lebih efisien,” ujar Muslim Ayub, Rabu (10/12/2025) di Jakarta.
Menurutnya, langkah ini merupakan kebutuhan mendesak agar proses penanganan bencana dapat berjalan lebih tertib, cepat, dan tepat sasaran.
“Penanganan bencana tidak bisa berhenti pada proses evakuasi dan distribusi bantuan,” tegasnya.
Ia menilai diperlukan manajemen penampungan yang lebih jelas dan terkoordinasi untuk menghindari tumpang-tindih data serta keterlambatan penyaluran bantuan.
Muslim turut menyoroti kondisi memprihatinkan para korban yang hingga kini masih bertahan di posko-posko pengungsian, masjid, kolong jembatan, tenda darurat, bahkan menumpang di rumah keluarga.
Menurutnya, situasi tersebut harus segera direlokasi ke barak sementara yang lebih layak.
Ia menilai persoalan serupa terus berulang setiap kali banjir bandang menerjang Aceh, warga kehilangan tempat tinggal, mengungsi secara terpencar, dan kesulitan mengakses kebutuhan dasar seperti makanan, layanan kesehatan, hingga logistik.
“Jadi, dengan keberadaan barak terpusat akan mempercepat penanganan korban, mempermudah koordinasi antar-instansi, dan memungkinkan alur distribusi bantuan diawasi secara transparan,” katanya.
Dengan barak yang terstruktur, katanya, korban lebih terorganisir dan kebutuhan mereka dapat dipenuhi dengan lebih baik.
“Ini bukan hanya soal hunian sementara, tetapi soal menjaga keselamatan dan martabat warga yang terdampak,” ucapnya.
Muslim berharap pemerintah daerah bersama pemerintah pusat segera merespons usulan tersebut dengan memetakan lokasi, menyiapkan fasilitas, serta menggerakkan anggaran darurat.
Ia menilai Aceh membutuhkan solusi yang tidak hanya reaktif, tetapi sistematis dalam menghadapi bencana berulang.
Usulan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi pemerintah untuk memperkuat tata kelola penanggulangan bencana, khususnya di wilayah rawan banjir bandang.
“Korban butuh kepastian tempat tinggal sementara yang layak. Negara harus hadir secara nyata,” tutup Muslim Ayub.









Leave a comment