Home News KontraS Aceh Mengutuk Penembakan terhadap Warga dalam Peringatan Maulid di Tiro
News

KontraS Aceh Mengutuk Penembakan terhadap Warga dalam Peringatan Maulid di Tiro

Share
Para korba luka-luka yang sedang dirawat di IGD RSUD Tgk Abdullah Syafii Beureunuen, Pidie, Rabu 4 November 2026. FOTO : popularitas.com/Nurzahri
Share

POPULARITAS.COM – Peristiwa penembakan di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, pada Rabu (4/11/2026) di tengah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW mencederai rasa keadilan, keamanan, dan perdamaian di Aceh. Insiden ini dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan korban luka akibat tembakan.

Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa ini diduga bermula dari pengibaran bendera Bulan Bintang yang memicu kericuhan dan kepanikan. Informasi tersebut juga menyebutkan bahwa pelaku penembakan diduga berasal dari personel Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun, hal ini belum dapat dikonfirmasi.

Koordinator KonrraS Aceh, Azharul Husna menyebutkan kekerasan bersenjata terhadap warga sipil, terlebih dalam momen keagamaan dan tradisi masyarakat, merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

“Jika benar peristiwa ini dipicu oleh pengibaran bendera Bulan Bintang, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh secara tegas mengamanatkan perlindungan hak asasi manusia serta pemenuhan rasa aman bagi seluruh masyarakat Aceh pascaperdamaian,” kata Husna dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/11/2026).

Husna menyebutkan, tindakan represif atau kekerasan bersenjata oleh aparat keamanan terhadap warga sipil bertentangan dengan semangat penegakan hukum yang berkeadilan dan bermartabat di bumi Aceh.

Persoalan simbol daerah, termasuk pengibaran bendera Bulan Bintang, harus diselesaikan melalui dialog dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik secara nasional maupun dalam kekhususan Aceh.

Persoalan tersebut tidak boleh diselesaikan melalui pendekatan keamanan (security approach) yang berujung pada kekerasan fisik serta jatuhnya korban jiwa dan korban luka.

KontraS Aceh mendesak investigasi yang independen dan transparan dengan meminta Komnas HAM, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta lembaga berwenang lainnya segera membentuk tim investigasi independen untuk mengusut tuntas kronologi, motif, dan pihak yang bertanggung jawab atas penembakan di Tiro secara transparan dan akuntabel.

Mendesak aparat keamanan menghentikan segala bentuk tindakan represif dan kekerasan dalam menyikapi persoalan sosial maupun simbolik di tengah masyarakat Aceh.

Menuntut pertanggungjawaban hukum yang adil atas penyalahgunaan wewenang oleh aparat.

KontraS Aceh juga mendesak adanya jaminan perawatan medis dan pemulihan bagi warga korban penembakan.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Tongkang Klinker Terdampar di Zona Inti KKPD Aceh Besar, KUALA Desak Penanganan Segera

POPULARITAS.COM — Koalisi Advokasi Laut Aceh (KUALA) mendesak penanganan segera terhadap tongkang...

News

Temui Presiden Prabowo, Mualem Bahas Keberlanjutan Dana Otsus dan Sejumlah Isu Strategis Aceh

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), didampingi Staf Khusus Gubernur Aceh,...

News

Kak Na Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Banjir Trumon

POPULARITAS.COM – Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman, bersama Ketua Dharma Wanita...

News

Wagub Fadhlullah Perkuat Koordinasi Percepatan Penanganan Pasca Bencana

POPULARITAS.COM – Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), didampingi Asisten Perekonomian...