Home News Kopi Disebut Bisa Jadi Cara Awal Deteksi Covid-19
News

Kopi Disebut Bisa Jadi Cara Awal Deteksi Covid-19

Share
Ilustrasi.
Share

Sebelum memulai hari banyak orang yang memilih untuk menyeduh secangkir kopi. Selain untuk meningkatkan semangat, menghilangkan kantuk saja tapi kopi juga bisa untuk deteksi awal infeksi covid-19.

Profesor biologi perkembangan, molekuler, dan kimia di Fakultas Kedokteran Universitas Tufts James Schwob mengatakan bahwa salah satu cara termudah untuk melihat apakah Anda kehilangan indra penciuman adalah dengan menghirup aroma kopi bubuk Anda.

Ini bisa dipakai sebagai skrining awal anosmia atau kehilangan indera penciuman. Anosmia merupakan salah satu gejala covid-19.

“Salah satu hal yang dapat dilakukan dengan sangat mudah, secara obyektif oleh seseorang di rumah adalah dengan mengambil kopi bubuk dan melihat seberapa jauh Anda dapat memegangnya dan masih menciumnya,” katanya dikutip dari Delish.

“Atau lakukan hal yang sama dengan alkohol gosok atau sampo Anda. Jika hidung Anda tidak tersumbat dan Anda kesulitan mengenali atau aroma lain yang Anda kenal, Anda mungkin ingin menghubungi dokter untuk melakukan tes.”

Banyak ahli menyarankan Anda menghirup dan meneguk kopi sebagai cara untuk memantau sistem Anda. Penn State menyarankan siswa mencium hal-hal seperti kopi, rempah-rempah, bunga, dan lainnya sebagai cara untuk melakukan pemeriksaan cepat.

Beberapa video bahkan menjadi viral di TikTok, dengan orang-orang mencoba minuman kopi hanya untuk mengetahui indra perasa mereka hilang.

Situs Daily Coffee News menulis bahwa “tinjauan literatur ilmiah dan saran anekdot mereka sendiri dari para sarjana tentang rasa dan bau menunjukkan lusinan contoh kopi yang digunakan sebagai barometer untuk tes mengendus COVID-19, di bagian karena baunya yang khas dan juga karena ketersediaan globalnya yang luas di rumah.

“Situs tersebut mengutip artikel di jurnal medis BMJ yang menyarankan pasien dapat diminta untuk mencoba mencium aroma kopi, dan kampanye Penn State yang disebut ” Stop. Smell. Be well.” yang menyarankan siswa menggunakan sesuatu seperti kopi untuk mengecek baunya setiap pagi.

“Kehilangan penciuman sangat spesifik untuk COVID-19, tetapi tidak semua orang dengan infeksi SARS-CoV-2 melaporkan kehilangan penciuman. Secara kritis, bisa mencium sesuatu tidak berarti Anda bebas COVID, “tulis sepasang profesor Penn State minggu lalu di The Conversation, menjelaskan kampanye universitas.”

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Wagub Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat...

News

Bupati Pidie Alokasikan Anggaran Rp125,6 M Untuk Gaji Tenaga PPPK-PW

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie, telah mengalokasikan anggaran dana sebesar ratusan miliar rupiah...

EdukasiNews

Peringati Hardikda Aceh, Rektor USK Tegaskan Pendidikan Bukan Hanya Mengejar Angka dan Prestasi

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Mirza Tabrani, mengingatkan agar pendidikan...

News

Serapan TKD Bencana Sangat Rendah, Bupati Pidie Jaya Murka

POPULARITAS.COM – Serapan anggaran recovery pasca bencana Hidrometeorologi Pidie Jaya bersumber dana...