POPULARITAS.COM – Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln, resmi bertolak dari Pelabuhan Laem Chabang, Thailand, pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat (11.00 WIB).
Keberangkatan ini menandai berakhirnya masa istirahat dan rekreasi selama lima hari bagi 5.000 awak kapal, setelah menjalani penugasan panjang selama sembilan bulan di kawasan Timur Tengah.
Kunjungan pelabuhan pertama ini dilakukan di tengah laporan mengenai memburuknya kondisi kehidupan di dalam kapal.
Bulan lalu, anggota parlemen AS dari Partai Demokrat menyerukan penyelidikan terkait laporan kekurangan makanan, kerusakan sistem saluran air, hingga krisis kesehatan mental di atas kapal Lincoln.
Meskipun Presiden AS Donald Trump menepis kekhawatiran perang berkepanjangan dengan Iran tersebut, posisi kapal Lincoln di Timur Tengah pada akhirnya digantikan oleh USS George Washington.
Berlabuhnya kapal Lincoln di sebelah utara kota resor Pattaya sejak Rabu (2/9/2026) membangkitkan harapan para pelaku usaha lokal di tengah masa sepi kunjungan wisata.
Pattaya sendiri dikenal dengan pantai dan kehidupan malamnya, meski kerap diterpa reputasi negatif sebagai pusat wisata seks. Wali Kota Pattaya, Poramase Ngampiches, mengungkapkan bahwa para pelaut AS diperkirakan membelanjakan dana hingga 100 juta baht (Rp 53,5 miliar) selama masa kunjungan mereka.
Selain itu, kota tersebut juga mendapat keuntungan dari pasokan logistik kapal.
“Penjualan berbagai kebutuhan lain, seperti pasta gigi, kepada pihak kapal (mencapai) nilai jutaan baht,” ujar Poramase kepada AFP, Minggu (6/9/2026).
Laporan media sebelumnya menyebutkan bahwa para pelaut di kapal Lincoln sempat kehabisan perlengkapan mandi dasar—termasuk pasta gigi, deodoran, dan sabun—pada beberapa waktu selama masa penugasan.
Poramase menambahkan, banyak pelaut dan anggota Marinir menghabiskan waktu di pesisir Thailand dengan berbelanja serta mengunjungi tempat-tempat wisata.
“Hal itu menunjukkan bahwa mereka merindukan keluarga dan ingin membeli oleh-oleh untuk mereka,” kata Poramase.
Pengamanan ketat
Selama kunjungan berlangsung, pengamanan di Pattaya diperketat. Pihak berwenang sempat melakukan penertiban terhadap pekerja seks menjelang kedatangan para pelaut, meskipun wali kota membantah adanya keterkaitan antara kedua hal tersebut.
Kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa secara umum kunjungan para pelaut AS tersebut berlangsung aman dan kondusif. “Semuanya berjalan lancar,” kata Kepala Polisi Pattaya, Anek Srathongyoo.
“Tidak ada penangkapan ataupun pertengkaran, kecuali pada hari pertama saat terjadi perselisihan di antara sesama orang Amerika,” lanjut Anek.
Anek menjelaskan bahwa insiden perkelahian kecil akibat pengaruh alkohol sempat terjadi di dekat Walking Street—kawasan hiburan malam utama di Pattaya—pada Kamis dini hari. Pihak Angkatan Laut AS kemudian memulangkan dua pelaut yang terlibat kembali ke kapal Lincoln. Insiden sepele tersebut berhasil diredam setelah warga setempat menghubungi polisi untuk mencegah perselisihan membesar.







Leave a comment