Home News Listrik padam tiga hari, peternak di Aceh Barat Daya rugi Rp800 juta
News

Listrik padam tiga hari, peternak di Aceh Barat Daya rugi Rp800 juta

Share
Listrik padam tiga hari, peternak di Aceh Barat Daya rugi Rp800 juta
Ribuan ayam broiler yang milik Muhammad Hatta yang mati akibat pemadaman listrik selama tiga hari di Aceh. FOTO : popularitas.com/ HO Muhammad Hatta
Share

POPULARITAS.COM – Pemadaman listrik yang terjadi di Aceh sejak 29 September 2025 – 1 Oktober 2025, tidak hanya ganggu aktivitas layanan publik, seperti sekolah, rumah sakit dan lainnya. Dampak terbesar juga terjadi di sektor ekonomi warga, selain kerusakan alat-alat elektronik, kerugian juga dialami oleh para peternak di Aceh Barat Daya.

Salah satu peternak yang alami kerugian besar akibat padamnya listrik tiga hari itu, adalah Muhammad Hatta. Ia pemilik kandang ayam di Gampong Blang Raja, Aceh Barat Daya.

Kata Hatta, saat listrik padam, pihak PLN juga tak ada pemberitahuan resmi. Akibatnya sistem kandang tertutup terganggu. “Itukan sistem kandang tutup bergantung pada listrik. Kalau tak ada listrik yang ayamnya mati,” katanya, Kamis (2/10/2025) di Blang Pidie.

Awalnya, kata Hatta lagi, saat hari pertama listrik padam, dirinya masih menggunakan genset. Tapi, pada hari ketiga, generator setnya miliknya tak mampu lagi beroperasi akibat menyala 24 jam sehari.

“Begitu genset mati, hanya dalam waktu 30 menit ayam langsung mati massal karena kepanasan. Total ada 18 ribu ekor ayam yang seharusnya dipanen malam itu,” terangnya.

Ia menjelaskan, kandangnya merupakan satu-satunya di Abdya yang menggunakan sistem close house dengan blower besar berdiameter 50 inci yang membutuhkan pasokan listrik tiga fasa. Sistem ini membuat ayam bergantung penuh pada sirkulasi udara dari mesin blower.

Menurut perhitungannya, ayam yang mati memiliki bobot rata-rata 2 kilogram. Jika dikalikan dengan populasi 18 ribu ekor, totalnya mencapai 36 ton. Dengan harga jual ayam saat ini sekitar Rp 25 ribu per kilogram, kerugian ditaksir mencapai Rp 800 juta.

“Kerugian itu belum termasuk biaya bibit, pakan 1.300 sak, operasional, obat-obatan, dan gaji pekerja. Saya minta PLN bertanggung jawab penuh, karena tidak ada pemberitahuan resmi terkait pemadaman listrik,” tegasnya.

Menurut Hatta, ayam yang mati terpaksa langsung dikubur menggunakan eskavator untuk mencegah dampak lingkungan. Ia berharap ada kompensasi atas kerusakan genset serta kerugian besar yang dideritanya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

NewsSosial dan Budaya

Kolaborasi Pemerintah Aceh, BPMA, dan Medco Tanam 1.000 Mangrove

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri...

News

Samsat Banda Aceh : Seluruh Pelayanan Resmi Pajak  Dipastikan Gratis, Jangan Pakai Calo!

POPULARITAS.COM – Kepala Samsat Banda Aceh, Rahmat Syahreza, mengimbau seluruh masyarakat agar...

News

Bongkar Pasang Kepala SKPK Pidie oleh Sarjani

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat...