Home Headline Malam Ini ada Gerhana Bulan Parsial, Warga Diminta Salat Khusuf
HeadlineNews

Malam Ini ada Gerhana Bulan Parsial, Warga Diminta Salat Khusuf

Share
Gerhana bulan total blood moon, bisa diamati pada Sabtu-Minggu pukul 23.27-02.56 WIB
ilustrasi gerhana bulan. FOTO | Liputan6
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Tim Falakiyah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, mengatakan malam ini akan terjadi fenomena alam gerhana bulan parsial di sebagian wilayah Indonesia, termasuk di wilayah Provinsi Aceh, 17 Juli 2019 dari pukul 03.01 WIB dini hari.

Kakanwil Kemenag Aceh, Daud Pakeh menyebutkan gerhana bulan yang terjadi pada dini hari tersebut adalah gerhana bulan parsial, yaitu fenomena langit di mana posisi matahari, bumi dan bulan berada pada garis lurus.

Dirinya mengajak masyarakat Aceh untuk melaksanakan salat Khusuf dan melakukan khutbah pada saat peristiwa alam tersebut.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Aceh untuk melaksanakan ibadah salat sunnah khusuf di masjid-masjid, mushalla, dayah atau tempat keramaian lainnya pada waktu terjadi gerhana, masyarakat juga dapat melaksanakan saalat khusuf hingga waktu menjelang subuh,” ujar Daud Pakeh.

Dia menuturkan, Kemenag Aceh juga telah mengirim surat imbauan melalui Kankemenag Kabupaten/Kota se Aceh dan juga meneruskan edaran Kemenag RI tentang tuntunan salat khusuf bagi umat Islam untuk memudahkan bagi yang belum mengetahui tatacaranya.

“Salat sunat Khusuf dapat dilakukan berjamaah maupun sendirian sebanyak dua rakaat dan pada setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku,” kata Daud Pakeh.

Sementara itu, Tim Pakar Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra menjelaskan, secara rinci gerhana bulan parsial tanggal 17 Juli ini akan dimulai pukul 03.01 WIB, ditandai dengan bagian bulan purnama sedikit demi sedikit akan menjadi gelap hingga mencapai puncaknya pukul 04.31 WIB.

Alfirdaus menerangkan, gerhana bulan ini akan berakhir pukul 05.59 WIB, yaitu sekitar 50 menit setelah azan subuh berkumandang di Kota Banda Aceh.

“Gerhana bulan jenis ini dapat diamati dengan menggunakan mata telanjang maupun teleskop, namun karena terjadi dini hari, kita tidak melakukan pengamatan secara terbuka, tapi kita dapat menyaksiakan langsung peristiwa agung tersebut,” pungkasnya. (ASM)

Share
Tulisan Terkait
KesehatanNews

Kemenkes Ingatkan Bahaya Asap Karhutla, Anak-anak dan Ibu Hamil Rentan Terdampak

POPULARITAS.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan...

NewsSepakbola

Persiraja Ditahan Imbang di Kandang

POPULARITAS.COM – Persiraja Banda Aceh harus puas berbagi poin setelah bermain imbang...

News

Sekjen PBB António Guterres Tiba di Indonesia untuk Bahas Isu Global

POPULARITAS.COM – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), António Guterres, tiba di...

News

Soroti Polemik Jilbab di Azerbaijan, Pengamat Ungkap Potensi Ekonomi Busana Muslim

POPULARITAS.COM – Industri jilbab dan busana Muslim atau modest fashion dinilai memiliki...