Home News Menag Pastikan Vaksin Sinovac Bebas Unsur Babi
News

Menag Pastikan Vaksin Sinovac Bebas Unsur Babi

Share
Menag Yaqut Akan Kaji SKB Pelarangan Ahmadiyah
Menag Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Kemenag)
Share

POPULARITAS.COM – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memastikan bahwa vaksin Sinovac asal China, yang per Rabu (13/1) akan mulai disuntikkan, bebas dari unsur babi atau turunannya yang haram menurut Islam.

Pernyataan itu disampaikan Yaqut saat meninjau langsung kedatangan 15 juta bahan baku vaksin di terminal kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (12/1).

“Dalam hal ini sudah disampaikan oleh komisi fatwa MUI, yang hasilnya, pertama vaksin ini tidak memanfaatkan intifaq atau babi, bahan yang tercemar babi dan turunannya,” kata dia dalam jumpa pers yang disiarkan langsung Sekretariat Presiden.

Selain bebas dari unsur Babi, Yaqut menegaskan, Sinovac juga bebas dari unsur bagian tubuh manusia. Ia menyebut, meski mengandung unsur najis, Sinovac telah disucikan secara aturan syar’i.

Selain itu, dia menjelaskan, Sinovac juga diproduksi menggunakan alat suci yang hanya dipakai untuk membuat vaksin tersebut. Oleh sebab itu, ia memastikan bahwa Sinovac boleh digunakan oleh umat Islam.

“Artinya vaksin ini boleh digunakan untuk seluruh umat Islam selama terjamin keamanan menurut artian kredibel dan kompeten,” kata dia.

Lebih lanjut Yaqut juga mengingatkan bahwa mengikuti proses vaksinasi yang dianjurkan pemerintah adalah bagian dari menjalankan ajaran agama untuk saling melindungi. Hal itu bukan saja berlaku bagi umat Islam, namun semua agama pada umumnya.

“Dan vaksinasi ini bagian daripada menjalankan ajaran agama ini,” katanya.

Sebanyak 15 juta vaksin dari produsen vaksin asal China, Sinovac baru saja tiba di Bandara Soetta. Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, 15 juta bahan baku vaksin tersebut terlebih dahulu akan mendapat pengawasan selama sebulan di Bio Farma sebelum bisa digunakan awal Februari.

Kedatangan vaksin tersebut menjadi kali ketiga setelah Desember sebelumnya total ada 3 juta vaksin yang didatangkan di tahap 1 dan 2.

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
KesehatanNews

Kemenkes Ingatkan Bahaya Asap Karhutla, Anak-anak dan Ibu Hamil Rentan Terdampak

POPULARITAS.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan...

NewsSepakbola

Persiraja Ditahan Imbang di Kandang

POPULARITAS.COM – Persiraja Banda Aceh harus puas berbagi poin setelah bermain imbang...

News

Sekjen PBB António Guterres Tiba di Indonesia untuk Bahas Isu Global

POPULARITAS.COM – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), António Guterres, tiba di...

News

Soroti Polemik Jilbab di Azerbaijan, Pengamat Ungkap Potensi Ekonomi Busana Muslim

POPULARITAS.COM – Industri jilbab dan busana Muslim atau modest fashion dinilai memiliki...