Home Internasional Mengapa Jenazah Ali Khamenei Baru Dimakamkan 4 Bulan Setelah Wafat? Ini Penjelasannya
InternasionalNews

Mengapa Jenazah Ali Khamenei Baru Dimakamkan 4 Bulan Setelah Wafat? Ini Penjelasannya

Share
Pemimpin tinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: HO / Iranian Supreme Leader's Website / AFP)
Share

POPULARITAS.COM – Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei akhirnya dimulai lebih dari empat bulan setelah mantan Pemimpin Tertinggi Iran itu tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu.

Selain Ali Khamenei, anggota keluarganya yang juga menjadi korban serangan turut disemayamkan berdampingan dalam prosesi tersebut, yakni putrinya, menantu laki-lakinya, cucu perempuan yang masih bayi, serta istri dari putranya, Mojtaba Khamenei.

Iran kini menggelar rangkaian prosesi penghormatan selama sepekan yang dipusatkan di sejumlah kota di Iran dan Irak.

Jarak waktu yang cukup panjang antara kematian dan pemakaman memicu pertanyaan publik karena dalam ajaran Islam jenazah umumnya dimakamkan sesegera mungkin.

Dilansir dari Reuters (3/7/2026), penundaan pemakaman Ali Khamenei ternyata berkaitan dengan situasi keamanan selama perang masih berlangsung.

Rangkaian Upacara Pemakaman Ali Khamenei, Diawali dengan Masa Berkabung. Poto : HO
Pemakaman Ali Khamenei Ditunda karena Situasi Perang

Dalam ajaran Islam, jenazah seorang muslim pada umumnya dimakamkan dalam waktu satu hari setelah meninggal dunia.

Namun, prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei baru dilaksanakan setelah lebih dari empat bulan karena tingginya risiko menggelar pemakaman berskala besar di tengah perang.

Prosesi baru dijadwalkan setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata sementara pada bulan lalu.

Iran kini baru bisa menggelar rangkaian pemakaman massal selama sepekan sebagai bentuk penghormatan kepada Ali Khamenei.

Pemerintah menyebut prosesi tersebut sebagai wujud penghormatan masyarakat terhadap Republik Islam Iran, sistem pemerintahan teokrasi, serta semangat revolusi yang diwariskan Khamenei.

Masa kepemimpinan Ali Khamenei selama 37 tahun berakhir pada Februari lalu setelah ia tewas dalam serangan udara pertama pada perang tersebut.

Pemerintah Iran juga menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung kelancaran upacara pemakaman.

Hotel memberikan potongan harga hingga 50 persen bagi para pelayat. Sekolah, masjid, dan gedung olahraga difungsikan sebagai tempat menginap, sementara layanan bus dan kereta api dialihkan menuju lokasi-lokasi utama penyelenggaraan prosesi.

Para ulama, pejabat pemerintah, tamu kehormatan dari berbagai negara, dan ribuan pelayat datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Pemimpin Tertinggi Iran yang tewas akibat serangan bom Amerika Serikat dan Israel.

Setelah prosesi akbar di pusat Kota Teheran pada Senin, jenazah dijadwalkan dibawa ke Kota Qom pada Selasa.

Rangkaian penghormatan kemudian berlanjut ke Najaf dan Karbala di Irak pada Rabu dengan dihadiri sejumlah tokoh dari jaringan kelompok Syiah yang bersekutu dengan Iran.

Jenazah Ali Khamenei selanjutnya dimakamkan pada Kamis di Kota Mashhad, tepat di dekat Kompleks Makam Imam Reza, salah satu tempat paling suci bagi umat Syiah di Iran.

Sebelum dimakamkan di Mashhad, jenazah Khamenei dijadwalkan dibawa ke Qom, Najaf, dan Karbala, yang merupakan tiga pusat penting umat Syiah di Iran dan Irak.

Jelang pemakaman, Peti jenazah Ali Khamenei pertama kali diperlihatkan kepada publik pada Kamis malam.

Ribuan pendukung menangis, bergerak mengikuti lantunan ratapan, dan memukul kepala mereka sebagai ungkapan duka.

Bunga-bunga juga dilemparkan dari atas keranda ke arah kerumunan pelayat.

Pengamanan di Teheran diperketat dengan pengerahan kendaraan militer dan kepolisian di jalan-jalan utama.

Anggota polisi bersama pasukan sukarelawan Basij juga berpatroli menggunakan sepeda motor.

Iran turut memperingatkan Amerika Serikat dan Israel agar tidak melancarkan serangan selama rangkaian pemakaman berlangsung.

Sejumlah pemimpin dan pejabat asing menghadiri prosesi tersebut. Mereka antara lain mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Kongres Rakyat Nasional China He Wei, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, dan Presiden Irak Nizar Amedi.

 

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Internasional

8.500 warga sipil Rusia terbunuh akibat serangan Ukraina

POPULARITAS.COM – Sejak perang Rusia dan Ukraina berlangsung pada Februari 2026, tercatat...

News

Kemenag Gelar Gerakan Nasional Verifikasi Kiblat 15-16 Juli 2026, Masyarakat Diajak Berpartisipasi

POPULARITAS.COM – Kementerian Agama (Kemenag) mengajak masyarakat di seluruh Indonesia berpartisipasi dalam...

News

Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Belum Dibayar, Pemkab Abdya Diminta Siapkan Solusi Jangka Panjang

POPULARITAS.COM – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Masady Manggeng, menyoroti keterlambatan...

InternasionalNews

Rangkaian Upacara Pemakaman Ali Khamenei, Diawali dengan Masa Berkabung

POPULARITAS.COM- Iran memulai masa berkabung selama beberapa hari sebagai bagian dari prosesi...

Exit mobile version