Home Ekonomi Mesin Setor Tarik Diproyeksikan Geser ATM di Masyarakat
EkonomiNews

Mesin Setor Tarik Diproyeksikan Geser ATM di Masyarakat

Share
(Foto: Antara)
Share

POPULARITAS.COM – Senior Vice President (SVP) Transaction Banking Retail Sales PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Thomas Wahyudi memproyeksikan mesin setor tarik atau Cash Recycling Machine (CRM) masih akan tumbuh subur di Indonesia menggantikan mesin ATM.

CRM dinilai merupakan kunci karena menurut dia dapat menjawab kebutuhan uang kartal di masyarakat namun juga praktis dan cepat tanpa harus menggunakan layanan teller untuk menyetor dan menarik uang.

Ketergantungan masyarakat terhadap uang fisik dicerminkan dari tingginya pertumbuhan peredaran uang kartal. Mengutip data Bank Indonesia, ia menyebut per Juli 2020, pertumbuhan uang kartal beredar naik 10,5 persen atau setara Rp6,56 triliun secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Memang kami di bank mendorong cashless society tapi uang kartal masih bertumbuh, peran CRM masih relevan,” katanya pada diskusi daring bertajuk ‘Jalin Ngopi Volume 2’, Sabtu (3/10/2020).

Selain uang kartal, transaksi uang elektronik juga tercatat naik pesat yaitu tumbuh 24,42 persen atau Rp16,1 triliun pada Juli 2020 dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia menilai kedua model transaksi ini lah yang ke depannya akan bertumbuh pesat menggantikan alternatif transaksi lainnya seperti kartu debit/kredit, digital banking atau pun penggunaan ATM.

Sepaham, Direktur PT Argenta Akhila Utama-OKI Ferry Jantho menilai untuk mengubah kebiasaan masyarakat beralih dari mengandalkan transaksi uang tunai menjadi uang elektronik tak akan mudah.

Meski ketergantungan terhadap uang kartal terus menurun dari kisaran 90 persen pada 2013 menjadi 75 persen pada 2018, namun ia menilai angka itu tak terlalu besar.

Dari data yang dimilikinya, tercatat uang beredar sepanjang 2019 sekitar Rp6.100 triliun dan yang beredar di masyarakat pada akhir 2019 yakni sebesar Rp654 triliun.

“Ini sebuah kebutuhan, masa depannya pasti CRM yes, akan selalu meningkat. Kenapa harus CRM? Karena bisa setor dan tarik,” katanya.

Ia juga melihat tren pertumbuhan transaksi digital yang pesat. Sejak 2019, terjadi lonjakan volume transaksi e-wallet. Puncaknya pada Desember 2019, ada 515,19 juta transaksi yang terjadi dengan nominal transaksi senilai Rp16,9 triliun.

Lonjakan, lanjut dia, hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan 2018 yang sepanjang tahun hanya mencatatkan 2-3 juta transaksi. Sedangkan sepanjang 2019, tercatat lebih dari 5 juta transaksi digital.

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

News

Dasco Mengaku Baru Dengar Kejagung Geledah Kantor BGN

POPULARITAS.COM – Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco...