POPULARITAS.COM – Konsumsi suplemen vitamin sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Jenis suplemen yang populer antara lain vitamin C, vitamin D, magnesium, hingga omega-3.
Untuk mendapatkan hasil maksimal, selain mengonsumsi secara rutin, cara mengonsumsinya, termasuk waktu minum dan kombinasi dengan makanan tertentu, dapat memengaruhi seberapa baik tubuh menyerap manfaatnya.
Dikutip dari Harper’s Bazaar, dokter naturopati kesehatan perempuan integratif Saru Bala mengatakan bahwa waktu mengonsumsi suplemen memang berperan penting. “Namun hal itu bergantung pada jenis bahan yang dikonsumsi, bagaimana proses penyerapannya, apakah memengaruhi energi atau tidur, dan apakah perlu dikonsumsi bersama makanan untuk mencegah gangguan pencernaan atau meningkatkan penyerapan,” tutur dr. Bala.
Meskipun begitu, menurutnya, faktor yang paling penting tetap konsistensi.
Kebiasaan mengonsumsi serangkaian vitamin sekaligus rasanya memang lebih praktis, tapi ahli menuturkan ada beberapa jenis nutrisi yang justru bekerja lebih optimal jika dikonsumsi pada waktu yang berbeda, misalnya zat besi.
Menurut dokter spesialis kandungan sekaligus salah satu pendiri Perelel Banafsheh Bayati, zat besi paling baik jika dikonsumsi dalam kondisi perut yang kosong atau idealnya segera begitu bangun dari tidur.
Zat besi disarankan dikombinasikan dengan vitamin C agar penyerapannya lebih maksimal. Untuk mengakali ini, segelas jus jeruk sebagai pendamping konsumsi zat besi bisa jadi alternatif pengganti suplemen vitamin C.
Namun, meski jus jeruk diperbolehkan, kopi dan teh sebaiknya ditunda terlebih dahulu. Alasannya minuman berkafein dapat mengganggu penyerapan zat besi. Selain zat besi, probiotik juga disarankan untuk diminum sebelum sarapan demi membantu mendukung kesehatan lapisan usus.
Berbeda dengan vitamin C yang larut dalam air, vitamin A, D, E, dan K termasuk vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin-vitamin tersebut lebih mudah diserap tubuh jika dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat. Camilan seperti kacang-kacangan atau roti panggang dengan alpukat dapat menjadi pendamping yang baik.
Sementara itu, zinc yang dikenal mendukung sistem imun sebaiknya diminum saat siang hari bersama makanan ringan. Alasannya sebab mineral ini dapat memicu mual jika dikonsumsi saat perut kosong.
Menjelang waktu malam, sejumlah suplemen lebih cocok dikonsumsi bersama makan malam. Omega-3 dan multivitamin, misalnya, disarankan untuk diminum bersama makanan yang mengandung lemak sehat seperti ikan atau minyak zaitun. Magnesium juga termasuk salah satu suplemen yang populer, tapi waktu konsumsinya bergantung pada jenis magnesium yang digunakan.
“Magnesium glisinat dapat ditoleransi dengan baik kapan saja sepanjang hari, sedangkan magnesium sitrat atau magnesium oksida dalam dosis lebih tinggi pada malam hari dapat membantu menjaga keteraturan buang air besar,” ungkap dr. Bala. Beberapa jenis magnesium juga dikenal dapat membantu meningkatkan kualitas tidur jika dikonsumsi sekitar satu hingga satu setengah jam sebelum waktu tidur.
Selain waktu konsumsi, kombinasi antar-suplemen juga perlu diperhatikan. Menurut dr. Bayati, sejumlah mineral seperti zat besi, zinc, magnesium, dan kalsium dapat saling bersaing dalam proses penyerapan jika dikonsumsi bersamaan dalam dosis tinggi.
“Ini bukan berarti semuanya tidak boleh dikombinasikan sama sekali, tetapi suplemen mineral yang ditargetkan untuk kebutuhan tertentu mungkin perlu diberi jeda waktu konsumsi,” ujar dr. Bayati kepada Harper’s Bazaar.
Sebaliknya, ada pula kombinasi yang justru saling mendukung, seperti vitamin C dan zat besi yang dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh.








Leave a comment