POPULARITAS.COM – Korban dan kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng) terus didata. Hingga Rabu (17/6/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng mencatat satu warga meninggal dunia dan 466 rumah mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
Korban meninggal dilaporkan berasal dari Desa Ampera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Sementara korban luka ringan terbanyak tercatat berada di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki.
Selain menimbulkan korban jiwa, gempa yang dipicu aktivitas Sesar Sausu itu menyebabkan kerusakan cukup luas pada permukiman warga. BPBD Sulteng mencatat sebanyak 466 unit rumah terdampak, terdiri atas 390 rumah rusak ringan, 64 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.
Desa Kamarora A menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan tertinggi. Sebanyak 336 rumah di desa tersebut dilaporkan mengalami kerusakan. Adapun di Desa Tongoa, Kecamatan Palolo, sebanyak 44 rumah turut terdampak.
Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas ibadah, termasuk gereja, serta infrastruktur jalan. Beberapa ruas jalan dilaporkan putus dan mengalami pengangkatan badan jalan akibat guncangan gempa.
BPBD mencatat Desa Kamarora A juga menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar, yakni 461 kepala keluarga atau 1.193 jiwa. Sementara dampak gempa lainnya tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, dan Lindu.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak mempercepat penanganan pascabencana. Gubernur Sulteng Anwar Hafid telah menginstruksikan tim tanggap darurat yang melibatkan BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Bina Marga, serta pemerintah kabupaten untuk segera memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Pada Rabu, Anwar Hafid bersama Bupati Sigi Muhammad Rizal Intjenae meninjau langsung lokasi terdampak guna memastikan penanganan darurat dan pendataan berjalan optimal. Sementara Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido menuju kawasan Danau Lindu untuk memantau kondisi warga di wilayah terisolasi tersebut.
Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan lanjutan terhadap kerusakan bangunan dan kebutuhan warga terdampak. Pemerintah daerah juga memastikan bantuan logistik dan layanan kesehatan terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.








Leave a comment