Home News Edukasi Pemkab Aceh Timur pamerkan peninggalan kerajaan Peureulak
EdukasiNews

Pemkab Aceh Timur pamerkan peninggalan kerajaan Peureulak

Share
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) : Kabupaten Aceh Timur memiliki cara tersendiri untuk dapat menarik para pengunjung Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII, ke anjungannya yang berada di Taman Sulthanah Safiatuddin, Lampriet, Banda Aceh.

Tidak hanya menampilkan tentang kebudayaan saja, namun kabupaten ini juga menyuguhkan sejumlah barang-barang antik yang memiliki nilai historis.

Penjaga barang-barang kuno di anjungan Aceh Timur, Iqbal mengatakan, ada beberapa barang peninggalan sejarah yang mereka bawa dari daerah Aceh Timur. Seperti peninggalan masa Kerajaan Peureulak, masa penjajahan Belanda, hingga Jepang.

“Aceh Timur ada beberapa peninggalan bersejarah seperti peninggalan Jepang Samurai ada yang dari Belanda dan ada juga senjata VOC Belanda dan ada juga keris peninggalan kerajaan,” kata Iqbal, Kamis (9/8).

Dia mengatakan, kris yang dimilik oleh Kerajaan Peureulak merupakan pemberian langsung dari salah satu kerajaan di Pulau Jawa pada saat itu. Iqbal menceritakan, dahulu ada anak dari raja Peureulak pernah terdampar dan kris tersebut merupakan hadiah.

Sementara itu, pistol serta senapan merupakan peninggalan yang diberikan oleh VOC saat ke Peureulak. Begitu juga dengan katakana, pedang ini diberikan kepada Ulee Balang di Aceh Timur ketika Jepang memasuki wilayah tersebut.

Ada sebuah miniatur meriam yang diberikan oleh Portugis bertulisan 1651 masehi dan juga meriam pemberian Kerajaan Turki kepada Kerajaan Peureulak yang diletakkan di luar anjungan.

Selain itu, di Anjungan Aceh Timur juga diperlihatkan silsilah dari raja-raja Islam yang ada di Aceh. Di situ tertulis, bahwa raja-raja Islam di Aceh bermula dari Bani Hasyim, yang kemudian berlanjut ke masa Peureulak, Samudera Pasai, Tamiang, Malaka, dan seterusnya hingga saat ini. Bahkan ada Al Quran diperkirakan sudah berusia berabad-abad yang ditulis tangan.

Al Qur’an bertuliskan tangan yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke-17 atau 1600-an Masehi. Selain itu ada silsilah raja-raja Peurlak dan seluruh Aceh. (SAKY/RIL)

Share
Tulisan Terkait
EkonomiNews

Mualem Panggil Kepala BPMA Bahas Blok Andaman dan Pipa Gas

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memanggil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh...

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...