POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, akan melaksanakan perayaan hari ulang tahun (HUT) daerah setempat untuk yang ke 18 selama dua hari dengan mengsung tema “Pidie Jaya maju dan meusyuhu”.
Ironisnya, para di keuchik “diharuskan” menyetor uang masing-masing sebesar Rp 500 ribu dengan dalih sebagai partisipasi untuk perayaan HUT Pidie Jaya.
Jumlah gampong di Pidie Jaya yang tersebar di delapan kecamatan adalah 222 desa yang jika diakumulasikan besaran pungutan tersebut, dana terkumpul capai Rp 111 juta.
Adalah para Camat di delapan kecamatan yang ditugaskan untuk mengumpulkan dana dari keuchik itu.
Salah seorang keuchik di Pidie Jaya mengaku, para keuchik diharuskan menyerahkan uang masing-masing Rp 500 ribu. “Iya ada diminta uang Rp 500 ribu untuk HUT Pidie Jaya. Disuruh serahkan ke Camat. Saya sudah menyerahkan dua hari lalu. Sudah begitu perintah,” kata salah seorang keuchik saat dikonfirmasi popularitas.com, Jumat (13/6/2025).
Informasi diperoleh, ada juga sejumlah keuchik yang belum menyerahkan uang tersebut.
Camat Kecamatan Bandar Dua, Saifulli saat dikonfirmasi popularitas.com mengaku, para keuchik di wilayah tersebut telah menyerahkan uang untuk perayaan HUT ke 18 ke dirinya. “Sudah kami serahkan ke kabupaten melalui panitia,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Pidie Jaya, Hasbi Ismail, saat dikonfirmasi popularitas.com dan sejumlah awak media lainnya mengaku, pungutan Rp 500 ribu per keuchik itu merupakan inisiatif para keuchik sebagai partisipasi para kepala desa dalam perayaan HUT daerah setempat ke 18 tahun 2025. “Ini merupakan partisipasi keuchik untuk perayaan HUT Pidie Jaya,” kata Hasbi.
Kata Hasbi, uang tersebut bukan berasal dari dana desa melainkan dari pribadi para keuchik. “Uang pribadi dari keuchik. Dan tidak boleh dari dana desa, karena tidak ada posnya,” jelasnya.
Diakui olehnya, dana tersebut kumpulkan melalui Camat untuk selanjutnya diserahkan ke panitia HUT Pidie Jaya. Dan ia juga merupakan salah seorang panitia HUT Pidie Jaya ke-18 yang menjabat sebagai wakil bendahara.
Selain itu, Hasbi juga menyebutkan, pungutan yang mencapai Rp 111 juta dari seluruh keuchik di Pidie Jaya itu juga sudah mendapat “restu” dari Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi. “Dalam rapat di forum dengan pak Bupati pak Wakil,” jelasnya.
Dana dari keuchik itu akan dipergunakan kegiatan zikir, makan minum, hadiah untuk desa-desa berprestasi di acara HUT. “Itu (uang dari keuchik) gabung dengan APBK beberapa yang tidak cukup,” jelasnya.









Leave a comment