POPULARITAS.COM – Pemkab Pidie telah alokasikan anggaran Rp16,8 miliar. Danan itu, digunakan untuk membenahi berbagai fasilitas dan infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi penghujung November 2025 silam.
Secara keseluruhan, 23 kecamatan di Pidie terdampak banjir. Namun, dari proses verifikasi yang dilakukan, hanya empat kecamatan yang mengalami kerusakan dan terdampak langsung.
Nah, dari empat kecamatan itu, yakni Mutiara, Mutiara Timur, Kembang Tanjong dan Tangse, total anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan berbagai sarana dan prasarana, capai Rp16,8 miliar.
Informasi itu disampaikan langsung oleh Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi dalam keterangannya kepada popularitas.com, Rabu (19/8/2026) di Sigli.
“Total anggaran yang dialokasikan untuk empat kecamatan itu, Rp16,8 miliar. Peruntukannya sesuai dengan hasil verifikasi dampak kerusakan bencana,” katanya.
Alokasi dana Rp16,8 miliar itu sendiri, berasal dari pergeseran anggaran APBK Pidie 2025, senilai Rp8 miliar. Selanjutnya, pos BTT Rp4 miliar dan bantuan presiden (Banpres) Rp4 miliar.
Namun begitu, sambungnya lagi, alokasi anggaran tersebut, juga nantinya dapat digunakan di luar empat kecamatan tersebut semasa proses rehabilitasi, sepanjang daerah-daerah itu tercatat dalam SK tanggap darurat.










Leave a comment