Home Headline Pengamat Sarankan Libatkan Ulama Sosialisasikan Covid-19 di Aceh
HeadlineNews

Pengamat Sarankan Libatkan Ulama Sosialisasikan Covid-19 di Aceh

Share
Pengamat Sarankan Libatkan Ulama Sosialisasikan Covid-19 di Aceh
Pengamat dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam, Banda Aceh, Dr Muhammad Saleh Sjafei, SH, M.Si. (FOTO ANTARA/HO-dok pribadi)
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Pengamat dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam, Banda Aceh, Dr Muhammad Saleh Sjafei, SH, M.Si menyatakan sosialisasi pencegahan dan penanganan COVID-19 secara efektif di masyarakat mesti melibatkan para ulama, tokoh agama dan tokoh informal tertentu guna memberikan keyakinan secara maksimal.

“Sosialisasi yang dilakukan harus melibatkan semua unsur, termasuk ulama dan tokoh agama guna memberikan pemahaman secara menyeluruh dan yang juga tidak kalah penting adalah adanya evaluasi terhadap sosialisasi yang telah dilakukan. Apakah sosialisasi sudah berjalan efektif dan jika tidak efektif maka perlu dilakukan pendekatan lain lagi agar pesan-pesan tersampaikan dengan baik ke masyarakat,” katanya di Banda Aceh, Minggu (19/7/2020) dilansir Antara.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi adanya keluarga yang mengambil paksa pasien yang meninggal dunia terkonfirmasi COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUdD) Zainoel Abidin Banda Aceh.

Ia menilai sosialisasi yang dilakukan kerapkali secara sepihak, di mana petugas sosialisasi secara formal menerangkan informasi COVID-19 pada masyarakat dan dengan kondisi dan karakteristik masyarakat yang suka diam.

“Artinya, sosialiasi tidak terjadi dua arah, yakni antara sosialisator dengan masyarakat yang menjadi peserta dari sosialisasi COVID-19. Saya menilai para sosialisator tidak peduli, yang penting mereka sudah melaksanakan tugasnya,” katanya.

Menurut dia dalam sosialisasi perlu memandang penting konsep bagaimana agar memungkinkan masyarakat merasa ingin tahu dan untuk bertanya serta mencari informasi COVID-19 pada petugas dan pemda setempat.

“Sosialisasi yang dilakukan ke depan haruslah terjadi di antara dua pihak secara aktif,” katanya.

Ia menambahkan dalam mengantisipasi kasus pengambilan pasien meninggal dunia terkonfirmasi COVID-19, pemerintah dan instansi terkait juga harus memberikan informasi yang lengkap terutama kepada keluarga pasien terhadap kondisi dan ciri-ciri pasien positif COVID-19.

“Pemahaman secara menyeluruh yang disampaikan kepada masyarakat dan keluarga khususnya, akan memberikan sebuah pencerahan sehingga mereka dapat memahami dengan maksimal dengan proses dan tahapan yang dilakukan terhadap pasien meninggal terkonfirmasi COVID-19,” demikian Muhammad Saleh Sjafei.[acl]

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Abu Doto Berpulang

POPULARITAS.COM – Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah atau Abu Doto meninggal dunia...

News

Pemerintah Aceh Prihatin atas Insiden di KMP Aceh Hebat 2

‎‎POPULARITAS.COM –  Pemerintah Aceh menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden yang...

HukumNews

Kemenkum Aceh Desak Bener Meriah Bikin Qanun Perlindungan Alpukat hingga Gula Enau

POPULARITAS.COM –  Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Aceh mendesak Pemerintah Kabupaten...

Lantik Kepengurusan JMSI Aceh 2025-2030, Bang Hendri : Konstituen Dewan Pers paling rapi
News

Lantik Kepengurusan JMSI Aceh 2025-2030, Bang Hendri : Konstituen Dewan Pers paling rapi

POPULARITAS.COM – Ketua Dewan Pakar Hendri CH Bangun, lantik Kepengurusan Pengurus Daerah...