WASHINGTON — Pemerintah Amerika Serikat kembali mengguncang jajaran militernya. Pentagon resmi memberhentikan Sekretaris Angkatan Laut (SECNAV) John Phelan dari jabatannya, menambah daftar pemecatan Sekretaris Angkatan Laut AS yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Dikutip dari Reuters, Kamis 23 April 2026, seorang sumber yang mengetahui langsung persoalan ini mengungkapkan bahwa pemecatan tersebut berlaku sejak Rabu. Hingga berita ini diturunkan, Pentagon belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik keputusan itu.
“Phelan meninggalkan pemerintahan, berlaku segera,” demikian pernyataan singkat Pentagon.
Baca juga: Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran atas Permintaan Pakistan
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyampaikan apresiasi atas pengabdian Phelan selama menjabat. “Atas nama Menteri Pertahanan dan Wakil Menteri Pertahanan, kami berterima kasih kepada Menteri Phelan atas pengabdiannya kepada Departemen dan Angkatan Laut Amerika Serikat. Kami mendoakan yang terbaik untuknya di masa depan,” ujarnya.
Diisi Hung Cao Sementara Waktu
Untuk mengisi kekosongan jabatan, posisi Sekretaris Angkatan Laut akan diemban sementara oleh wakilnya, Hung Cao. Ia merupakan pejabat sipil nomor dua di lingkungan Angkatan Laut AS.
Pencopotan Phelan bukan kasus tunggal. Pentagon dalam beberapa pekan terakhir memang tengah dilanda gelombang perombakan besar di level pimpinan.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Pete Hegseth juga memberhentikan Kepala Staf Angkatan Darat AS, Randy George, tanpa disertai alasan resmi. Sejumlah pejabat menyebut keputusan tersebut tidak lepas dari ketegangan internal dengan Menteri Angkatan Darat, Daniel Driscoll.
Baca juga: Iran pasang ranjau di Selat Hormuz, AL Amerika gelar operasi pembersihan
Rangkaian pergantian pimpinan ini memperpanjang daftar gejolak di tubuh militer AS. Sebelumnya, sejumlah pejabat tinggi juga telah dicopot, termasuk mantan Ketua Kepala Staf Gabungan, CQ Brown.
Di Tengah Ketegangan dengan Iran
Perombakan besar ini terjadi di saat konstelasi geopolitik sedang memanas, khususnya menyangkut hubungan Washington dengan Teheran. Di tengah gencatan senjata yang masih rapuh, AS justru memperbesar kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah.
Presiden Donald Trump dilaporkan mengandalkan kekuatan angkatan laut sebagai instrumen tekanan terhadap Iran. Langkah tersebut diharapkan mendorong Teheran menerima penyelesaian konflik yang sejalan dengan kepentingan Washington. (hsn)
Sumber: rmol.id

Leave a comment