Home News Pesta Pernikahan Picu Lonjakan Kasus Baru Covid-19 di Iran
News

Pesta Pernikahan Picu Lonjakan Kasus Baru Covid-19 di Iran

Share
Pesta Pernikahan Picu Lonjakan Kasus Baru Covid-19 di Iran
Seorang wanita yang mengenakan masker duduk di sebuah kafe di Teheran, Iran, Rabu (26/5/2020). Restoran dan kafe dibuka kembali di Iran pada Selasa (26/5) setelah lebih dari dua bulan ditutup akibat pandemi virus corona (COVID-19). ANTARA FOTO/Xinhua-Ahmad Halabisaz/hp
Share

DUBAI (popularitas.com) – Pesta pernikahan memicu lonjakan baru infeksi virus corona di Iran. Tetapi pemerintah Iran sekarang tidak memiliki pilihan kecuali tetap membuka ekonominya meskipun ada peringatan gelombang kedua epidemi.

Iran, yang secara bertahap melonggarkan penguncian sejak pertengahan April, telah melaporkan peningkatan tajam kasus harian baru dalam beberapa hari terakhir.

Jumlah 3.574 kasus baru pada Kamis (4/6/2020) merupakan yang tertinggi sejak Februari, ketika wabah pertama kali dilaporkan.

“Di satu lokasi, kami menyaksikan puncak epidemi ini, yang sumbernya adalah pernikahan yang menyebabkan masalah bagi orang-orang, pekerja kesehatan, dan kerugian bagi ekonomi dan sistem kesehatan negara itu,” kata Presiden Hassan Rouhani, Sabtu (6/6/2020) dalam pertemuan yang disiarkan televisi di Teheran.

Dia tidak mengatakan kapan atau di mana pernikahan itu berlangsung.

Jumlah kasus baru merosot ke 2.269 pada Sabtu, menjadikan total kasus di Iran mencapai 169.425 dengan 8.209 kematian.

Pejabat kesehatan telah memperingatkan tentang gelombang kedua wabah, tetapi mengatakan alasan di balik lonjakan kasus baru mungkin pengujian yang lebih luas.

Seorang pejabat mengatakan sekitar 70 persen dari kasus baru di Teheran termasuk di antara mereka yang telah bepergian ke luar ibu kota dalam beberapa hari terakhir.

Iran telah berjuang menahan penyebaran COVID-19 tetapi pihak berwenang khawatir bahwa langkah-langkah untuk membatasi kehidupan publik dan ekonomi dapat merusak ekonomi yang sudah terguncang akibat sanksi internasional.

“Dalam keadaan ini, kita tidak punya pilihan lain. Kita harus bekerja, pabrik kita harus aktif, toko kita harus terbuka, dan harus ada pergerakan di negara sejauh yang diperlukan,” kata Rouhani.

Universitas-universitas di Iran dibuka kembali pada Sabtu setelah ditutup selama lebih dari tiga setengah bulan, menurut laporan media pemerintah.

Taman-taman akan dibuka kembali Sabtu pekan depan, kata Rouhani. Perjalanan wisata domestik juga dapat dilanjutkan, begitu pula kelas tentang Al Quran, musik, dan bahasa.

Mulai 21 Juni, bioskop, teater, ruang konser, dan ruang musik dapat dibuka kembali tetapi hanya akan diisi 50 persen dari kapasitas. Lebih banyak masjid juga akan diizinkan untuk dibuka, setelah masjid di daerah berisiko rendah dibuka kembali bulan lalu.

Sumber: Reuters/Antara

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Komunitas pegiat sejarah dan budaya berduka, Piet Rusdi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh meninggal dunia

POPULARITAS.COM – Komunitas pegiat sejarah dan budaya Aceh, Piet Rusdi meninggal dunia....

InternasionalNews

Pasar Saham Israel Bisa Merosot Tajam jika Netanyahu Terpilih Lagi

POPOULARITAS.COM – Pasar saham Israel berpotensi menghadapi tekanan jika Perdana Menteri Benjamin...

News

Sirkulasi Siklonik Terdeteksi di Utara Aceh, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi potensi pembentukan sirkulasi...

News

Polres Pidie Jaya gagalkan pengangkutan ilegal 290 liter solar subsidi

POPULARITAS.COM – Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya, menggagalkan pengangkutan ilegal...