Home News Pidato Kenegaraan Prabowo Dikritik, Pakar LSPR Soroti Masalah Pengangguran
News

Pidato Kenegaraan Prabowo Dikritik, Pakar LSPR Soroti Masalah Pengangguran

Share
Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato Kenegaraan selama 1 jam 45 menit. Foto : CNBC Indonesia | popularitas.com
Share

POPULARITASCOM – Praktisi Komunikasi Politik LSPR, Prof Lely Arriannie Napitupulu meminta Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan yang lebih sesuai dengan realitas dan kondisi masyarakat.

Menurutnya, sejumlah pesan dalam pidato kenegaraan Prabowo masih terlihat kontradiktif dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Lely dalam program Breaking News BTV di Studio BTV PIK 2, Tangerang, Banten, Jumat (14/8/2026).

Ia menanggapi pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia.

Lely menyoroti pernyataan Prabowo mengenai minat sejumlah pemimpin negara lain untuk merekrut tenaga kerja Indonesia. Menurutnya, pernyataan tersebut perlu disandingkan dengan kondisi di dalam negeri, khususnya masih adanya persoalan pengangguran.

“Kalau saya menilai ketika Pak Prabowo menyampaikan pidatonya, pesan-pesan yang disampaikan itu banyak yang kontradiktif dengan realitas di lapangan. Salah satu contoh semakin banyaknya jumlah pengangguran, sementara ada kalimat (Pidato Prabowo) tadi ‘ketika saya berkunjung ke luar negeri, itu para pemimpin asing tuh berbisik kepada saya ada enggak tenaga kerja dari Indonesia yang bisa kita rekrut dan sebagainya?” jelasnya.

“Nah, ada missing untuk menyambung potongan mozaik pesan itu yang menyebabkan kontradiktif di lapangan,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan pesan yang disampaikan presiden memiliki keterkaitan yang jelas dengan persoalan masyarakat. Ia juga berharap Prabowo dikelilingi orang-orang yang memiliki substansi dan visi yang sejalan dengan cita-cita pemerintahannya.

“Yang beruntung Pak Prabowo pernah hidup di lingkungan zaman Pak Soeharto yang merupakan mantan mertua beliau, otomatis pasti dilihat Pak Prabowo bagaimana jika realitas normatif tadi disandingkan dengan situasi hari ini,” tegasnya.

Sebagai presiden, Lely berharap Prabowo kembali mendengarkan kebutuhan masyarakat dalam menentukan program yang dinilai paling tepat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Coba tanya sama masyarakat, apakah sekarang mereka butuhkan lapangan kerja atau makan bergizi gratis?” lanjutnya.

Lely mengatakan pemerintah perlu mencari solusi yang lebih menyeluruh terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurut dia, persoalan tersebut mencakup kebutuhan pangan, pekerjaan, serta berbagai masalah sosial dan ekonomi lainnya.

Ia berharap kebijakan pemerintah dapat berjalan searah dengan kebutuhan masyarakat sehingga tidak menimbulkan kesenjangan antara narasi pemerintah dan realitas di lapangan.

“Jadi jangan sampai munculkan pernyataan yang kontradiktif dari apa yang disampaikan bersama dengan kondisi di lapangan. Jadi mimpi Pak Prabowo harusnya gayung bersambut bersama dengan mimpi rakyat ya. Jadi supaya sama-sama happy lah,” tutupnya.

 

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Pemulihan Bencana Aceh Lamban

POPULARITAS.COM –Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana mengibarkan bendera putih di depan Masjid...

NewsPolitik

Jelang Peringatan Hari Damai Aceh, Wali Nanggroe Ingatkan Masyarakat Tak Terprovokasi

POPULARITAS.COM –Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haythar mengajak seluruh masyarakat...

NewsSepakbola

Berbenturan dengan Piala Asia, Penyelenggaraan Piala Super Soanyol Dipindah dari Arab Saudi ke Turki

POPULARITAS.COM –  Piala Super Spanyol 2027 resmi digelar di Istanbul, Turki, pada...

News

Karena Asyik Ngobrol, Ahmad Dhani Ditinggal Mulan Jameela saat Hadiri Sidang Tahunan MPR 2026

POPULARITAS.COM – Ahmad Dhani, musisi sekaligus anggota Komisi X DPR RI terlihat...