POPULARITAS.COM – Lahan pertanian produktif di wilayah Meurah Dua, lintas Trienggadeng-Samalanga yang rusak berat akibat tertimbun lumpur banjir 26 November 2025 lalu hingga kini belum tertangani dengan baik. Akibatnya area sawah kini dipenuhi tetumbuhan semak belukar.
Dihimpun popularitas.com total luas area lahan pertanian yang terdampak akibat banjir bandang akhir September 2025 lalu seluas 1.625 hektar. Rusak rimgan 1.225 hektar, rusak sedang 141 hektar dan rusak berat 259 hektar.
Informasi diperoleh media ini, luas area sawah rusak ringan yang sudah ditangani seluas 1.112 hektar, rusak sedang sudah tuntas semua, sedangkan rusak berat baru ditangani enam hektar.
Keseluruhan lahan rusak berat itu terjadi di jalan lintas Trienggadeng-Samalanga, tepatnya di Gampong Beuringen Meurah Dua.
Popularitas.com, belum mendapatkan konfirmasi lengkap dari Plt Kepala Dinas Pertanian Pidie Jaya, M. Nur.
Ditemui di gedung DPR sebelum ia memasuki agenda rapat Banggar, M Nur menolak untuk diwawancara dengan dalih lelah.
“Tidak sanggup berbicara, saya capek. Saya kesini,m ke kantor DPRK Pidie Jaya, karena ada rapat. Besok saja,” jawab M Nur singkat saat dimintai waktu untuk wawancara di kantor DPRK Pidie Jaya, Senin (28/9/2026).

| popularitas.com
Sementara itu, kodisi lahan padi gagal panen juga juga terjadi di wilayah Trienggadeng, Pidie Jaya.
Tanaman padi di Gampong Sagoe, Kecamatan Trienggadeng mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus.
Keuchik Gampong Sagoe Trienggadeng, Mirza Januar saat dikonfirmasi popularitas.com, menyebutkan total luas area sawah berisikan tanaman padi di desa setempat sebanyakn100 naleh atau 25 hektar, dan 80 persen dari total luas lahan mengalami gagal panen.
“Ada yang panen 30 persen, ada yang lebih dan ada juga yang gagal panen, jumlah kalau tidak salah 80 naleh (4 naleh sama dengan 1 hektar),” kata Mirza Januar, Senin (28/9/2026).
Faktor gagal panen dan panen tidak maksimal itu menurut Mirza diduga akibat adanya serangan hama tikus.
Sebelumnya diberitakan, petani di Gampong Beunot, Meureudu, Pidie Jaya dipastikan rugi total. Hal itu akibat lahan sawah yang mereka tanami seluas 20 hektar, alami puso dan gagal panen.
Akibatnya, tanaman penghasil beras itu tak bisa di panen sebab mati sebelum memasuki masa pemanenan.








Leave a comment