POPULARITAS.COM – Banyak orang mengira bertambahnya usia selalu diiringi penurunan kemampuan diri. Padahal, studi terbaru bertajuk “Aging Redefined: Cognitive and Physical Improvement with Positive Age Beliefs” di jurnal Geriatrics (Maret 2026) menemukan bahwa pola pikir positif terkait masa tua sangat memengaruhi seberapa bugar seseorang nantinya.
Melansir Prevention, Kamis (24/9/2026), penelitian yang mengamati lansia di Amerika selama 12 tahun lewat Health and Retirement Study ini menunjukkan hal mengejutkan. Alih-alih menurun, 45 persen individu yang disurvei justru mengalami peningkatan kemampuan fisik dan mental.
Mereka yang optimis saat melihat proses penuaannya terbukti punya peluang jauh lebih besar untuk mencetak peningkatan kognitif maupun fisik tersebut.
“Temuan kami menggarisbawahi perlunya menanamkan atau memperbesar pandangan positif tentang usia dan mendefinisikan ulang penuaan sehingga mencakup kemungkinan adanya peningkatan,” tulis para peneliti dalam studi tersebut.
Walau studi tersebut tidak memastikan pola pikir sebagai penyebab satu-satunya, pakar meyakini ada ikatan kuat antara pandangan hidup dan raga seseorang.
Studi berjudul “Aging anxiety and epigenetic aging in a national sample of adult women in the United States” di jurnal Psychoneuroendocrinology (Februari 2026), memperkuat temuan tersebut. Menggunakan data wanita dari Midlife in the United States, peneliti membuktikan rasa cemas berlebih saat menua mempercepat penuaan epigenetik, yakni tolok ukur usia biologis lewat perubahan kimiawi DNA.
Para peneliti menyimpulkan bahwa “ketakutan akan kondisi kesehatan yang menurun dapat bermanifestasi secara biologis dan berkontribusi pada proses percepatan penuaan.” Mengapa ketakutan bisa merusak tubuh secara biologis?
Menurut clinical associate professor di NYU Langone Health, Thea Gallagher, Psy.D., keyakinan negatif sangat memengaruhi kebiasaan dan gaya hidup.
“Jika seseorang percaya bahwa penuaan berarti penurunan yang tak terelakkan, mereka mungkin cenderung tidak berolahraga, tidak menantang diri mereka sendiri secara mental, tidak tetap terhubung secara sosial, atau tidak mencari pengobatan karena mereka berasumsi bahwa hal itu tidak akan memberikan banyak perbedaan,” jelasnya.
“Di sisi lain, orang-orang yang percaya bahwa mereka dapat terus tumbuh dan beradaptasi sering kali lebih mungkin untuk terlibat dalam perilaku yang mendukung penuaan yang sehat,” lanjut Gallagher.
Ia mengamati kebiasaan ini sebagai siklus wajar psikologis. “Kita sering melihat bahwa ekspektasi membentuk tindakan kita dan seiring berjalannya waktu, tindakan tersebut membentuk hasil akhir kita,” ungkap Gallagher.
Psikolog klinis di Center for Anxiety and Women’s Emotional Wellness, Hillary Ammon, Psy.D., sangat setuju. Ia menegaskan bahwa rasa tidak bahagia saat membayangkan masa tua akan memicu kecemasan.
“Kecemasan kronis dapat mulai berdampak negatif secara langsung terhadap kesehatan fisik seseorang,” kata Ammon.
Kondisi mental ini menaikkan risiko depresi yang mengancam kebiasaan makan bergizi dan rutinitas olahraga. Selain itu, pikiran negatif diyakini mampu melonjakkan hormon kortisol.
“Hal ini dapat memengaruhi tidur, membuat gula darah berfluktuasi, dan meningkatkan peradangan,” ucapnya.
Maka, kebalikannya juga berlaku. Bersikap positif bakal bantu tubuhmu lebih bugar. Namun Gallagher memperingatkan, penting untuk tidak menyederhanakan hasil penelitian. Artinya, kesehatan tak bisa diraih hanya dengan bermodal kekuatan pikiran tanpa bertindak.
Selain perubahan kebiasaan sehat saat pensiun, terdapat faktor fisik alami di balik peningkatan kualitas lansia. “Otak dan tubuh kita tetap sangat mudah beradaptasi di sepanjang kehidupan,” kata Gallagher.
Ia menjelaskan bahwa jaringan saraf manusia sanggup merajut koneksi baru tanpa terhenti oleh angka usia.
“Pertumbuhan kognitif dan emosional tidak berhenti pada usia tertentu. Faktanya, banyak orang dewasa yang lebih tua menjadi lebih baik dalam mengatur emosi, memprioritaskan apa yang paling penting, dan melepaskan hal-hal yang pernah menyebabkan stres yang tidak perlu,” papar Gallagher
Proses penuaan nyatanya jauh lebih dinamis. Seseorang bisa memegang andil besar untuk kualitas hari tuanya sendiri. “Meskipun tidak seorang pun dari kita dapat mengendalikan setiap aspek dari bertambahnya usia, kita memiliki lebih banyak pengaruh terhadap kesehatan dan kesejahteraan kita daripada yang terkadang kita sadari,” ujar Gallagher.
Daripada stres menghentikan usia biologis, carilah cara agar kamu bisa terus bersinar.
“Tetap aktif secara fisik, membina hubungan yang bermakna, terus mempelajari hal-hal baru, dan menolak narasi budaya bahwa menjadi tua secara otomatis berarti penurunan, semuanya dapat membantu orang menua dengan cara yang lebih sehat dan lebih memuaskan,” pesannya.
Apabila rasa cemas terkait hari tuamu sudah amat mengganggu, segeralah cari bantuan tenaga profesional.







Leave a comment