Home Hukum PMKRI: Tuduhan Penistaan Agama terhadap Jusuf Kalla Tidak Tepat dalam Perspektif Hukum Pidana
Hukum

PMKRI: Tuduhan Penistaan Agama terhadap Jusuf Kalla Tidak Tepat dalam Perspektif Hukum Pidana

Share
PMKRI: Tuduhan Penistaan Agama terhadap Jusuf Kalla Tidak Tepat dalam Perspektif Hukum Pidana
ist
Share

POPULARITAS.COM, JAKARTA — Tuduhan penistaan agama yang diarahkan kepada mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dinilai tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Penilaian itu disampaikan oleh mantan Ketua Lembaga Advokasi dan HAM Pengurus Pusat Pergerakan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI), Felix Martuah Purba.

Pernyataan Felix merespons laporan yang masuk ke Polda Metro Jaya terkait ceramah Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam ceramah tersebut, Jusuf Kalla membahas konflik Poso dan Ambon. Konten ceramah itu kemudian viral di media sosial setelah beredar dalam bentuk potongan video.

Dikutip dari rmol.id, Felix menegaskan bahwa pernyataan Jusuf Kalla harus dipahami dalam konteks yang utuh. “Dalam perspektif hukum pidana, yang harus dilihat adalah konteks utuh. Apa yang disampaikan Pak Jusuf Kalla merupakan deskripsi atas realitas konflik, bukan ekspresi kebencian terhadap agama,” ujar Felix, Selasa, 14 April 2026.

Baca juga: Polda Aceh tangkap pelaku ujaran kebencian dan penistaan agama di Kalimantan Barat

Menurut Felix, delik penistaan agama mensyaratkan dua unsur yang harus terpenuhi secara bersamaan, yakni niat untuk menghina (mens rea) dan tindakan yang secara nyata menyerang ajaran agama. Ia menilai kedua unsur tersebut tidak terpenuhi dalam pernyataan yang disampaikan Jusuf Kalla.

“Jika disampaikan dalam forum akademik sebagai bagian dari analisis konflik, maka itu masuk dalam ranah kebebasan berpendapat dan kajian ilmiah, bukan tindak pidana,” tegasnya.

Felix turut menyoroti potensi salah tafsir akibat potongan video yang beredar di media sosial. Menurutnya, konten yang tidak menyajikan konteks secara utuh rentan menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Ia juga menilai pernyataan Jusuf Kalla mencerminkan pengalaman dan kepedulian seorang tokoh nasional terhadap kepentingan bangsa. Sebagai figur yang lama berkontribusi dalam pemerintahan dan proses perdamaian di Indonesia, setiap pernyataannya dinilai dilandasi niat baik demi menjaga stabilitas dan persatuan.

Dikutip dari rmol.id, Felix mengajak semua pihak untuk menyikapi persoalan ini secara jernih dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. “Kami mengajak semua pihak untuk menyikapi pernyataan tersebut secara bijak, objektif, dan tidak tergesa-gesa, serta tetap mengedepankan dialog yang sehat dan konstruktif,” pungkasnya. (hsn)

Sumber: rmol.id

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Hukum

Polisi tangkap ‘oknum polisi’ kasus perampokan toko emas di Aceh Selatan, satu pucuk senjata api laras panjang diamankan

POPULARITAS.COM – Polres Aceh Selatan dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh berhasil...

Hukum

Bahas revisi UUPA, Ketua DPRA Zulfadhli temui Menko Yusril Ihza Mahendra

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Jumat 17 Juli 2026, temui Menteri...

HukumNews

Lembaga Wali Nanggroe Evaluasi Implementasi MoU Helsinki

POPULARITAS.COM – Lembaga Wali Nanggroe (LWN) bersama Fakultas Hukum Universitas Samudra (Unsam)...

HukumNews

Seusai Tersangka, Keberadaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masih Misterius

POPULARITAS.COM – Keberadaan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie...

Exit mobile version