Home Kriminalitas Polisi Tangkap Dua Mahasiswa asal Bireuen dan 618 Slop Rokok Ilegal Disita
KriminalitasNews

Polisi Tangkap Dua Mahasiswa asal Bireuen dan 618 Slop Rokok Ilegal Disita

Share
Polisi Tangkap Dua Mahasiswa asal Bireuen dan 618 Slop Rokok Ilegal Disita. Poto : Fauzan | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Dua mahasiswa asal Bireuen ditangkap aparat Polresta Banda Aceh karena diduga menjual rokok ilegal di sebuah kios, di Gampong Neusu Aceh, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh pada Rabu, (22/4/2026). Dari penindakan itu, polisi menyita 618 slop rokok tanpa pita cuka

“Personel melakukan penyelidikan dengan cara Undercover Buy terkait maraknya beredar rokok ilegal,” kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Miftahuda Dizha Fezuono, Sabtu, (25/4/2026).

Dizha mengatakan, penangkapan itu bermula dari Undercover Buy yang dilakukan oleh personel Satreskrim Polresta Banda Aceh di sebuah kios yang ada di Gampong Ateuk Munjeng.

“Dari hasil penyidikan kasus itu berkaitan dengan ARD (20) dan KM (22) yang berstatus mahasiswa,” ujarnya.

Dizha mengatakan, dari hasil penyelidikan tersebut kedua tersangka menjual rokok tanpa pita cukai tersebut. Polisi kemudian menangkap kedua tersangka yang tengah menjual rokok ilegal di kios.

Dari hasil interogasi polisi di lapangan, kata Dizha, pelaku mengakui memiliki gudang penyimpanan rokok ilegal yang lainnya disalah satu kamar pada Asrama Samalanga di Neusu Aceh.

“Saat dilakukan penggeledahan, didapati sebanyak 618 slop rokok ilegal berbagai merk yang disimpan di salah satu kamar tersebut,” ucapnya.

Adapun merek yang diamankan antara lain Everest, HD, Camclar, Manchester, Humer, Hmin, Camilla, Milde, VR 7, Hmild, Raider, Nexton, Luxlo, H1 Mild, Master, Street, Canyon, Lufman, Smith, Marbol, dan Englisman.

Dizha mengatakan, barang bukti dan kedua pelaku kini  diamankan di Polresta Banda Aceh guna pengembangan lebih lanjut terkait distributor atau pemasok rokok ilegal ke Banda Aceh.

“Atas perbuatannya, kedua mahasiswa tersebut dijerat Pasal 437 juncto Pasal 150 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan atau denda maksimal Rp500 juta,” pungkasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Wagub Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat...

News

Bupati Pidie Alokasikan Anggaran Rp125,6 M Untuk Gaji Tenaga PPPK-PW

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie, telah mengalokasikan anggaran dana sebesar ratusan miliar rupiah...

EdukasiNews

Peringati Hardikda Aceh, Rektor USK Tegaskan Pendidikan Bukan Hanya Mengejar Angka dan Prestasi

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Mirza Tabrani, mengingatkan agar pendidikan...

News

Serapan TKD Bencana Sangat Rendah, Bupati Pidie Jaya Murka

POPULARITAS.COM – Serapan anggaran recovery pasca bencana Hidrometeorologi Pidie Jaya bersumber dana...