Home Kesehatan Rasa Lapar Bisa Picu Kemarahan, Ini Penjelasan Ilmiahnya
KesehatanNews

Rasa Lapar Bisa Picu Kemarahan, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Share
Ilustrasi.
Share

(popularitas.com) – Sebaik-baiknya manusia, pasti pernah dilanda emosi yang berujung pada kemarahan. Hal tersebut memang sangat manusiawi karena manusia adalah tempatnya salah dan lupa.

Namun bila ditelisik lebih jauh, kemarahan, emosi, dan perilaku negatif lainnya ternyata sering dipicu oleh rasa lapar. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh MacCormack telah membuktikan bahwa, orang-orang yang tidak makan dalam kurun waktu tertentu, atau kondisi perutnya kosong selama kurang lebih 5 jam, diklaim lebih sering berprilaku negatif, mudah marah, dan sensi-an.

Hal tersebut dibenarkan oleh ahli gizi dr. Juwalita Surapsari, Senin. 30 September 2019. Menurutnya, secara ilmiah, orang-orang yang terbiasa menunda makan cenderung lebih mudah kepancing emosinya. Ini disebabkan karena kandungan glukosa di dalam tubuh mereka sudah mulai berkurang.

Seperti diketahui, glukosa merupakan sumber energi di dalam tubuh yang memainkan peran penting dalam menjaga stamina dan suasana hati manusia. Namun ketika gula darah turun, tubuh akan mengeluarkan hormon ghrelin. Hormon ini kemudian akan mencetuskan hormon kortisol (stres).

“Saat kortisol dilepaskan, tubuh kita bawaannya jadi enggak enak atau sering juga disebut dengan istilah stressful. Pada tahap tersebut rasa marah akan muncul,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Juwalita menyebutkan bahwa otak juga menjadi salah satu organ di dalam tubuh yang bergantung pada glukosa. Bila asupan glukosa mulai menurun, kadar Neuropeptide Y di otak akan semakin tinggi sehingga dapat memengaruhi perilaku seseorang.

Ia akan lebih agresif dan lebih gampang melontarkan kata-kata kasar. Untuk menanggulangi hal tersebut, Juwalita menyarankan untuk selalu menyediakan camilan khusus sebagai pengganjal perut pada jam-jam krusial.

Kadar gula biasanya menurun menjelang jam makan siang sekitar pukul 09.00 – 12.00. Lalu, menjelang makan malam sekitar pukul 16.00, pada saat itu perut sedang kosong-kosongnya.

Jadi, bila Anda tidak sempat menyantap makan siang, tubuh masih mendapat asupan nutrisi dari camilan atau snack cadangan. Lantas snack apa yang cocok untuk mengganjal perut?

“Karbohidrat itu bisa menaikkan kadar gula dengan cepat, tapi turunnya juga cepat antara 2-3 jam. Yang direkomendasikan itu protein dan serat karena bisa bertahan sampai 6 jam. Proses pencernaannya juga lebih lama, sehingga gula darah akan lebih lama bertahan di dalam darah. Jadi kita gak cepat emosi juga,” tukasnya.

Sumber: Okezone

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EdukasiNews

Arab Saudi Siapkan 1.000 Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia 2026-2027

POPULARITAS.COM – Pemerintah Arab Saudi menyiapkan 1.000 kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia...

InternasionalNews

Korea Selatan Mulai Bersiap Kirim Pasukan ke Selat Hormuz

POPULARITAS.COM – Militer Korea Selatan tengah melakukan persiapan untuk mengerahkan pasukan ke...

News

Tiga Bahasa di Pulau Simeulue jadi Warisan Budaya Nasional

POPULARITAS.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, menyatakan Kementerian...

News

Plt. Sekda Aceh Tekankan Kesiapan SKPA dalam Perubahan RKPA 2026

POPULARITAS.COM – Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik,  meminta seluruh SKPA...