POPULARITAS.COM – Ribuan masyarakat memadati halaman gedung MTQ dan komplek perkantoran Bupati Pidie Jaya menyaksikan perayaan HUT daerah Pidie Jaya ke 19 tahun 2026.
Suasana kemeriahan terlihat dari kerlap-kelip lampu di panggung utama sudah terasa dari jauh. Dalam perayaan ke 19 itu, Pemerintah Pidie Jaya mengusung tema “Bangkit Bersyariat, Pulih Bersama”
Sekitar 100 unit tenda-tenda stand pameran tertata rapi di samping panggung dan tenda utama, kian menampilkan kemeriahan pesta Pidie Jaya.
Bupati Pidie Jaya, Syibral Malasyi, menyebutkan, peringatan HUT ke 19 merupakan salah satu wujud rasa syukur atas karunia dan nikmat yang telah dianugerahi oleh Allah SWT kepada masyarakat dan Kabupaten Pidie Jaya yang resmi terbentuk pada 15 Juni 2007.
Sebagai daerah otonom baru yang sudah beranjak dewasa, tentunya wilayan yang dikenal dengan sebutan Negeri Japakeh itu telah mengalami berbagai tahapan penting dalam proses pembangunan.
Dalam proses pendewasan sebagai kabupaten itu, Pidie Jaya menghadapi sejumlah cobaan, baik itu bencana alam gempa tahun 2016 lalu dan lainnya.
“Masih segar dalam ingatan kita semua, bahwa pada bulan November tahun lalu, saat masa kepemimpinan kami (Syibral Malasyi-Hasan Basri) baru berjalan lebih kurang 10 bulan, Allah SWT menguji Pidie Jaya dengan musibah banjir hidrometeorologi yang melanda hampir seluruh wilayah kabupaten Pidie Jaya,” kenang Bupati Syibral Malasyi dengan mata berkaca-kaca saat memberi sambutan pada perayaan HUT Pidie Jaya ke 19, Minggu malam (14/6/2026).
Ekses yang ditimbulkan bencana tersebut telah memberikan dampak kerusakan yang cukup berat terhadap rumah-rumah masyarakat, lahan pertanian, fasilitas umum dan infrastruktur.
Di tengah-tengah kondisi bencana, Syibral mengaku melihat semangat pantang menyerah yang ditunjukkan masyarakat Pidie Jaya dalam menghadapi musibah tersebut, membuat dirinya juga semakin semangat dan kuat dalam upaya melakukan pemulihan.
Pemerintah daerah bersama pemerintah Pusat dibantu TNI, Polri, relawan dan semua pihak serta seluruh masyarakat saling bahu-membahu membantu saudara-saudara kita yang terdampak dari bencana ini
“Oleh karena itu, HUT Kabupaten Pidie Jaya ke-19 tahun ini, mengangkat tema “Bangkit Bersyariat, Pulih Bersama”, yang memiliki makna sangat mendalam. Bangkit bersyariat berarti menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah. Sementara pulih bersama menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana hanya dapat terwujud melalui kebersamaan, solidaritas, dan kerjasama seluruh elemen masyarakat no one life behind,” tutupnya.
Sementara itu, Ishak seorang warga yang ditemui popularitas.com di lokasi mengaku, nuansa yang dihadirkan pada perayaan HUT Pidie Jaya ke 19 tersebut hampir menyerupai dengan momen pergelaran MTQ tahun lalu.
“Sangat indah. Kami segaja datang untuk ikut memeriahkan HUT Pidie Jaya. Kondisi hampir sama dengan kemeriahan MTQ kemarin (MTQ Aceh tahun 2025),” kata Ishak, Minggu (14/6/2026) malam hari.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Safrizal. Ia mengaku sangat menikmati kemeriahan pesta HUT Pidie Jaya. “Sangat meriah,” pungkasnya.







Leave a comment