POPULARITAS.COM – Musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi resmi memasuki fase akhir. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, jutaan jemaah dari berbagai negara kini kembali ke tanah air masing-masing melalui bandara, pelabuhan, dan pintu perbatasan internasional yang tersebar di Arab Saudi.
Di tengah besarnya jumlah pergerakan manusia tersebut, Pemerintah Arab Saudi kembali menunjukkan keseriusannya dalam memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan kualitas pelayanan jemaah.
Jika selama beberapa tahun terakhir transformasi digital banyak difokuskan pada pengelolaan visa, aplikasi layanan haji, dan sistem keamanan di Masjidil Haram, kini inovasi terbaru diterapkan pada proses pemulangan jemaah.
Dilansir dari Saudi Gazette, Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi memperkenalkan gerbang elektronik otomatis serta perangkat penerjemah berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang mampu mendukung komunikasi dalam 138 bahasa.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Arab Saudi dalam menghadirkan pengalaman ibadah haji yang semakin efisien, aman, dan nyaman bagi jutaan Muslim dari seluruh dunia.
Arus kepulangan haji merupakan salah satu fase paling kompleks dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Dalam waktu relatif singkat, jutaan orang harus meninggalkan Arab Saudi melalui berbagai pintu keluar internasional.
Jika proses pemeriksaan keimigrasian dilakukan secara konvensional, antrean panjang berpotensi terjadi dan menghambat kelancaran perjalanan.
Karena itu, Arab Saudi mengoperasikan gerbang elektronik otomatis yang memungkinkan proses verifikasi identitas dilakukan secara digital.
Menurut keterangan Juru Bicara Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi, Mayor Nasser Al Otaibi, teknologi tersebut dirancang untuk mempercepat prosedur perjalanan tanpa mengurangi standar keamanan.
Melalui sistem otomatis, data identitas jemaah dapat diverifikasi secara cepat sehingga proses pemeriksaan menjadi lebih sederhana dibandingkan metode manual yang selama ini digunakan.
Penerapan gerbang elektronik ini sekaligus menjadi bagian dari modernisasi layanan keimigrasian yang sedang dikembangkan Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir.
Tantangan terbesar dalam penyelenggaraan haji bukan hanya jumlah jemaah yang sangat besar, tetapi juga keragaman bahasa.
Setiap musim haji, Arab Saudi menerima kedatangan Muslim dari lebih dari 180 negara. Mereka datang dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda-beda.
Kondisi tersebut sering kali menjadi hambatan komunikasi, terutama ketika petugas harus memberikan arahan, informasi keselamatan, atau membantu jemaah yang membutuhkan bantuan khusus.
Untuk mengatasi persoalan itu, Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi mengoperasikan perangkat penerjemah elektronik berbasis AI yang mampu menerjemahkan percakapan dalam 138 bahasa.
Teknologi ini memungkinkan petugas berkomunikasi secara lebih efektif dengan jemaah dari berbagai negara tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penerjemah manusia.
Penggunaan AI juga membantu mempercepat respons terhadap kebutuhan jemaah, terutama lansia, penyandang disabilitas, atau mereka yang mengalami kesulitan memahami bahasa Arab maupun bahasa internasional lainnya.







Leave a comment