POPULARITAS.COM – Kumpulan 688 catatan tulisan tangan Mahatma Gandhi terjual seharga Rp 28,9 miliar dalam sebuah lelang di India. Angka ini mencatatkan rekor untuk dokumen bersejarah India yang dijual di lelang.
Pesan-pesan tulisan tangan itu ditujukan kepada Anand T Hingorani, seorang rekan dekat Gandhi dan sesama peserta gerakan kemerdekaan India. Tulisan-tulisan itu dibuat selama hampir dua tahun, dari tanggal 20 November 1944 hingga 10 Oktober 1946, kemudian dikompilasi menjadi sebuah buku berjudul A Thought for the Day, menurut rumah lelang Saffronart.
Dikutip dari The Independent, Sabtu (22/8/2026), keadaan saat karya-karya itu ditulis sangat bersifat pribadi. Istri Hingorani, Vidya telah meninggal dan ia berbagi kesedihannya dengan Gandhi sambil menjalani pengobatan alami untuk mengatasi ketuliannya.
Gandhi menanggapinya dengan menuliskan sebuah pemikiran untuknya setiap hari, mengubah tindakan penghiburan pribadi menjadi salah satu catatan terlengkap yang masih ada tentang hubungan mereka.
“Gandhi menanggapinya dengan menyisihkan waktu setiap hari untuk menuliskan pemikiran pribadinya. Apa yang dimulai sebagai pertukaran pribadi segera berkembang menjadi proyek kolaboratif,” kata Minal Vazirani, salah satu pendiri dan presiden Saffronart kepada The Indian Express.
“Meskipun Gandhi menulis setiap refleksi tersebut, Hingorani menjadi penerima, penyelenggara, dan penyalin, yang pada akhirnya mempersiapkan tulisan-tulisan itu untuk diterbitkan,” sambungnya.
Kesemua surat tersebut mencakup banyak subjek yang menjadi perhatian Gandhi sepanjang hidupnya, termasuk kebenaran, ahimsa atau tanpa kekerasan, brahmacharya (pengendalian diri), tidak memiliki harta benda, keberanian, kesetaraan agama, doa, pengabdian, kerja, kewajiban, keheningan, hati nurani, realisasi diri, dan pencarian Tuhan.
Sekumpulan sembilan surat dari tahun 1930 dan 1931 membahas pernikahan Anand dan Vidya Hingorani, termasuk penentangan orang tua, kemandirian finansial, rekonsiliasi dalam keluarga, dan pandangan Gandhi tentang pengendalian diri dan kewajiban rumah tangga.
Koleksi yang lebih luas tersebut dilestarikan oleh keluarga Hingorani dari generasi ke generasi dan ditawarkan sebagai penjualan 86 lot oleh Saffronart dengan judul Gandhi: From the Collection of Anand T Hingorani. Gambar pantulan tersebut, yang merupakan barang lelang paling menonjol terjual seharga Rp 28,9 miliar.
Catat Rekor Dunia
Saffronart mengatakan hasil tersebut mencetak rekor dunia untuk dokumen sejarah India yang dijual di lelang.
Di antara barang-barang penting lainnya adalah Message on God, sebuah kumpulan tiga manuskrip dan surat-menyurat yang mendokumentasikan refleksi Gandhi tentang Tuhan dan Bhagavad Gita yang terjual seharga Rp 3,1 miliar.
Peti charkha miliknya, sebuah alat pemintal portabel berbentuk kotak, disertai dengan dua surat tentang disiplin spiritual memintal, terjual seharga Rp 1,8 miliar.
“Yang membuat koleksi ini sangat menarik adalah kesempatan untuk melihat salah satu tokoh paling penting dalam sejarah India melalui lensa hubungan pribadi yang dekat,” ujar Dinesh Vazirani, salah satu pendiri Saffronart, dalam sebuah pernyataan.
Ia menambahkan bahwa refleksi tersebut menunjukkan bagaimana Gandhi menghayati prinsip-prinsip yang ia anjurkan secara terbuka dan menggambarkannya sebagai catatan berharga tentang pemikiran dan praktiknya.
Identitas pembeli belum diungkapkan kepada publik. Namun, Saffronart telah mengkonfirmasi bahwa mereka berasal dari India dan manuskrip tersebut akan tetap berada di negara itu.










Leave a comment