Home Kesehatan Teh Hijau vs Teh Hitam, Kenali Perbedaannya sebelum Dikonsumsi Harian
KesehatanNews

Teh Hijau vs Teh Hitam, Kenali Perbedaannya sebelum Dikonsumsi Harian

Share
Minum air putih berlebih dapat sebabkan keracunan
Teh Hijau. (ist)
Share

POPULARITAS.COM – Minuman teh hitam dan teh hijau sama-sama dikenal sebagai minuman yang kaya antioksidan. Meski berasal dari tanaman yang sama, keduanya memiliki kandungan senyawa alami, kadar kafein, serta karakteristik rasa yang berbeda. Perbedaan tersebut terutama dipengaruhi oleh proses pengolahan daun teh setelah dipetik.

Teh hijau dikenal memiliki kandungan katekin yang tinggi, sedangkan teh hitam mengandung senyawa polifenol khas yang terbentuk selama proses oksidasi. Keduanya memiliki manfaat bagi kesehatan, tetapi jenis dan jumlah antioksidan yang terkandung di dalamnya tidak sama.

Lantas, mana yang lebih baik untuk dikonsumsi sehari-hari? Pilihannya bergantung pada kandungan nutrisi yang ingin diperoleh dan kebutuhan masing-masing orang.

Teh Hijau Unggul dalam Kandungan Flavanol

Mengutip Health, setiap 100 mililiter teh hijau mengandung rata-rata 62 miligram flavanol. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan teh hitam yang mengandung sekitar 40 miligram flavanol dalam volume yang sama.

Flavanol merupakan kelompok polifenol yang berperan sebagai antioksidan. Senyawa ini membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Selain flavanol, teh hijau juga mengandung katekin, termasuk epigallocatechin-3-gallate (Egcg). Senyawa tersebut banyak diteliti karena potensinya dalam membantu mengendalikan peradangan dan menjaga kesehatan jantung.

Sejumlah penelitian juga mengkaji kemungkinan hubungan Egcg dengan pertumbuhan sel kanker. Namun, hingga kini teh hijau belum dapat dianggap sebagai minuman yang terbukti mampu mencegah ataupun mengobati kanker.

Sementara itu, teh hitam memiliki kandungan theaflavin, yaitu senyawa polifenol yang terbentuk selama proses oksidasi. Senyawa ini berpotensi membantu mengatur kadar kolesterol dan mendukung kesehatan jantung.

Teh hijau dan teh hitam sebenarnya berasal dari tanaman yang sama, yakni Camellia sinensis. Perbedaan warna, rasa, dan kandungan senyawa aktif keduanya muncul akibat proses pengolahan daun setelah dipanen. Berikut perbedaan proses pembuatan kedua jenis teh tersebut:

1. Teh hijau melalui proses pemanasan

Dalam pembuatan teh hijau, daun segera dipanaskan menggunakan uap atau metode pemanasan lainnya. Tahapan ini bertujuan menghentikan aktivitas enzim yang memicu oksidasi sehingga kandungan katekin di dalam daun dapat dipertahankan.

Proses tersebut membuat teh hijau memiliki warna seduhan yang cenderung lebih terang. Rasanya juga relatif ringan dan segar, dengan karakteristik yang terkadang menyerupai aroma tumbuhan.

2. Teh hitam melalui proses oksidasi

Berbeda dengan teh hijau, daun teh hitam digulung atau diremas untuk merusak struktur selnya. Proses tersebut memungkinkan enzim dalam daun bereaksi dengan oksigen. Selama oksidasi, sebagian katekin berubah menjadi senyawa lain, termasuk theaflavin dan thearubigin.

Perubahan komposisi senyawa tersebut menghasilkan warna teh yang lebih gelap serta rasa yang lebih kuat dan pekat. Meski demikian, proses oksidasi tidak menghilangkan seluruh kandungan antioksidan, melainkan mengubah jenis dan komposisinya.

Teh Hitam Punya Kadar Kafein Lebih Tinggi

Selain kandungan antioksidan, kadar kafein juga menjadi salah satu pembeda teh hitam dan teh hijau. Melansir Serious Eats, satu cangkir teh hitam umumnya mengandung sekitar 40-70 miligram kafein. Sementara itu, teh hijau mengandung sekitar 20-45 miligram kafein per cangkir.

Meski demikian, jumlah kafein dapat berbeda bergantung pada jenis daun, proses pengolahan, dan lama penyeduhan. Semakin lama daun teh diseduh, semakin banyak kafein yang dapat larut ke dalam air.

Dengan kandungan tersebut, teh hitam bisa menjadi pilihan bagi orang yang menginginkan asupan kafein lebih tinggi. Sebaliknya, teh hijau dapat dipertimbangkan bagi mereka yang ingin mengonsumsi kafein dalam jumlah relatif lebih rendah. Teh hijau juga mengandung L-theanine, yakni asam amino yang dapat bekerja bersama kafein dalam mendukung konsentrasi dan kewaspadaan.

Namun, orang yang sensitif terhadap kafein tetap perlu memperhatikan jumlah konsumsinya. Asupan kafein berlebihan dapat memicu sejumlah keluhan, seperti gelisah dan kesulitan tidur.

Selain memilih jenis teh, cara menyeduh juga memengaruhi rasa dan jumlah senyawa yang larut dalam air. Karena itu, suhu air perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing teh.

1. Teh hijau: Gunakan air bersuhu 77 derajat celsius

Teh hijau sebaiknya diseduh menggunakan air bersuhu sekitar 77 derajat celsius. Suhu tersebut membantu menghasilkan cita rasa yang ringan dan segar. Penggunaan air yang terlalu panas berisiko membuat teh hijau terasa lebih pahit. Untuk menghindarinya, diamkan air mendidih selama beberapa saat hingga suhunya menurun sebelum digunakan.

2. Teh hitam: Seduh dengan air hampir mendidih

Teh hitam membutuhkan suhu air yang lebih tinggi, yakni sekitar 93-100 derajat celsius. Suhu tersebut membantu mengeluarkan rasa dan senyawa dari daun teh secara optimal. Untuk satu cangkir, gunakan sekitar satu sendok teh daun teh dengan 180-240 mililiter air. Diamkan selama 3 hingga 5 menit sebelum diminum.

Lama penyeduhan dapat disesuaikan dengan selera dan petunjuk pada kemasan. Penyeduhan yang terlalu lama berisiko menghasilkan rasa yang terlalu pekat atau sepat.

Batasi Gula agar Manfaat Teh Tetap Optimal

Baik teh hijau maupun teh hitam dapat menjadi bagian dari kebiasaan konsumsi minuman sehari-hari. Keduanya mengandung antioksidan, meskipun memiliki komposisi senyawa dan kadar kafein yang berbeda.

Jika menginginkan asupan katekin dan flavanol lebih tinggi, teh hijau bisa menjadi pilihan. Sementara itu, teh hitam menawarkan karakter rasa lebih kuat dengan kandungan kafein yang umumnya lebih tinggi.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memperhatikan bahan tambahan dalam teh. Kebiasaan menambahkan gula perlu dibatasi, terutama bagi mereka yang mengonsumsi teh setiap hari.

 

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Nilam Aceh Resmi Masuk Sistem Resi Gudang, Gubernur Mualem Instruksikan Percepat Hilirisasi

POPULARITAS.COM – Kementerian Perdagangan RI resmi menetapkan minyak nilam Aceh sebagai komoditas...

NewsPolitik

KIP Banda Aceh Gelar Mimbar Demokrasi Kupas Tuntas Independensi Penyelenggara Pemilu

POPULARITAS.COM – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh menggelar Seri Pendidikan...

InternasionalNews

Satelit NASA Jatuh di Atas Sumatra Utara, Terbakar Usai 20 Tahun Mengorbit

POPULARITAS.COM – Satelit teleskop milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Swift, dipastikan...

EkonomiNews

Pembalut Kena PPN 11 Persen, Pakar UMY Pertanyakan Keadilannya

POPULARITAS.COM – Pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) efektif sebesar 11% terhadap pembalut...