Home Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Keumumu: Pantai Sunyi Dihiasi Karang Jamur Raksasa di Aceh Selatan
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata AcehFeature

Keumumu: Pantai Sunyi Dihiasi Karang Jamur Raksasa di Aceh Selatan

Share
Pantai Keumumu di Labuhahaji, Aceh Selatan. FOTO : popularitas.com/Rahmat
Share

POPULARITAS.COM – Tak ada antrean tiket, tak ada musik dari pengeras suara, tak ada deretan wahana. Yang terdengar hanya debur ombak yang pecah di karang, desir daun kelapa yang digoyang angin, dan sesekali kicau burung pantai. Angin laut berembus tanpa henti, membawa rasa asin yang menempel di bibir.

Inilah Pantai Keumumu di Kecamatan Labuhan Haji Timur, Kabupaten Aceh Selatan.

Namanya belum sepopuler destinasi lain di daerah berjuluk Kota Naga itu. Namun justru di situlah pesonanya. Keumumu menawarkan sesuatu yang makin langka: ketenangan.

Dari pusat Kota Tapaktuan, perjalanan ke pantai ini memakan waktu sekitar 45 menit. Jika datang dari perbatasan Kabupaten Aceh Barat Daya, cukup sekitar 20 menit.

Begitu tiba, Samudra Hindia langsung membentang di depan mata. Birunya berlapis-lapis, dari toska di tepian hingga biru pekat di kejauhan. Gugusan batu karang hitam menyembul di sana-sini, pasir terhampar di bibir pantai, dan pohon-pohon kelapa berjajar menjulang dengan pelepah yang melambai.

Batu Karang Berbentuk Jamur

Satu hal yang membuat Keumumu berbeda adalah sebuah batu karang besar yang berdiri di tengah perairan.

Bentuknya ganjil sekaligus memikat. Bagian bawahnya ramping, sementara bagian atasnya melebar seperti payung, menyerupai jamur raksasa. Di puncaknya, sebatang tanaman kecil tumbuh, seolah menjadi mahkota bagi pahatan alam itu.

Pantai Keumumu di Labuhahaji, Aceh Selatan. FOTO : popularitas.com/Rahmat

Dari tepi pantai, batu itu tampak kokoh menghadang ombak yang datang silih berganti. Setiap kali gelombang menghantam kakinya, buih putih memercik tinggi, lalu luruh kembali ke laut.

Di sekitarnya, gugusan karang lain tersebar hingga ke perairan lepas. Saat air surut, permukaannya makin terlihat jelas. Genangan-genangan kecil terbentuk di sela bebatuan, memantulkan langit seperti cermin-cermin kecil yang berserakan.

Airnya begitu jernih. Di bagian yang dangkal, bebatuan dan karang kecil beraneka bentuk dan warna di dasar laut terlihat jelas dari permukaan. Melangkah di tepian, air yang sejuk menyapu mata kaki, dan butiran pasir bergeser lembut di bawah telapak.

Lolak di Sela Bebatuan

Pesisir Keumumu juga menyimpan lolak, kerang-kerangan kecil yang kerap ditemukan di sela bebatuan dan pasir.

Bagi warga sekitar, mencari lolak sudah menjadi kegiatan rutin di sela aktivitas sehari-hari. Sambil membungkuk menyusuri tepian, mata mereka awas mencari cangkang-cangkang kecil yang tersembunyi. Bagi pengunjung, kegiatan ini bisa menjadi pengalaman sederhana yang menyenangkan.

Senja di Tepi Samudra Hindia

Jika datang ke Keumumu, jangan buru-buru pulang. Tunggulah hingga sore.

Saat matahari mulai condong ke barat, teriknya melembut. Permukaan laut perlahan berkilau keemasan. Siluet batu karang jamur dan pohon-pohon kelapa makin tegas di depan langit yang berubah jingga, lalu merah tembaga.

Momen inilah yang dinanti warga sekitar, terutama anak muda yang datang bersepeda motor pada sore hari. Mereka duduk di atas bebatuan atau di pasir, memandangi matahari yang perlahan tenggelam di garis cakrawala, melepas penat setelah seharian beraktivitas.

Keumumu juga cocok untuk keluarga. Anak-anak bisa bermain air di tepian yang aman, sementara orang tua bersantai, bercengkerama, atau mengabadikan kebersamaan.

Meski tenang, pengunjung tetap perlu waspada. Perhatikan kondisi ombak, dan berhati-hatilah saat melintasi batu karang yang bisa licin, terutama ketika air mulai pasang.

Kabar baiknya, semua itu bisa dinikmati tanpa biaya masuk.

Latar Alami untuk Foto Prewedding

Lanskap Keumumu juga menyimpan potensi besar sebagai lokasi fotografi, terutama untuk foto prapernikahan.

Bayangkan sepasang calon pengantin berdiri di tepi laut, gaun putih berkibar ditiup angin, dengan latar karang jamur dan Samudra Hindia yang berkilau di bawah cahaya sore. Komposisinya romantis, tanpa perlu banyak dekorasi tambahan.

Pilihan sudutnya beragam. Fotografer bisa menjadikan karang jamur sebagai latar utama, garis pantai sebagai bingkai alami, atau deretan pohon kelapa untuk nuansa tropis. Waktu menjelang senja menjadi pilihan terbaik, saat cahaya keemasan memberi sentuhan hangat pada setiap bidikan.

“Nyaman dan Tenang”

Sejauh ini, pengunjung Keumumu umumnya warga sekitar dan segelintir pelancong yang sudah mengetahui keberadaannya.

Rianti, salah seorang pengunjung, mengaku betah menghabiskan waktu di pantai ini.

“Berada di pantai ini membuat saya merasa nyaman dan tenang. Pemandangannya indah, suasananya juga cocok untuk bersantai dan menghilangkan penat,” ujarnya.

Namun, ada yang perlu diperhatikan sebelum berkunjung. Fasilitas di kawasan ini masih sangat terbatas. Belum ada toilet maupun warung makan. Pengunjung disarankan membawa bekal makanan, minuman, dan perlengkapan pribadi, serta membawa pulang kembali sampahnya.

Permata yang Menanti Sentuhan

Karang yang unik, air jernih, pasir pesisir, dan deretan pohon kelapa adalah kekayaan yang tidak perlu dibuat-buat. Yang dibutuhkan Keumumu adalah pengelolaan dan promosi.

Fasilitas dasar seperti mushala, tempat istirahat, toilet, dan warung kuliner yang tertata bisa menjadi langkah awal. Pengembangan ini juga membuka peluang ekonomi bagi warga, mulai dari usaha kuliner, jasa fotografi, hingga ekonomi kreatif lainnya.

Namun, pembangunan harus tetap menjaga kelestarian lingkungan. Jangan sampai upaya mempromosikan destinasi justru menghilangkan karakter alami yang selama ini menjadi kekuatan utamanya. Karang-karang di dasar laut dan tepian juga sebaiknya dibiarkan di tempatnya, karena menjadi bagian dari ekosistem yang membuat perairan Keumumu tetap jernih dan hidup.

Ketika matahari akhirnya tenggelam dan langit berganti ungu, karang jamur itu tetap berdiri dalam gelap, diterpa ombak yang tak pernah lelah. Keumumu mungkin belum viral. Tapi bagi mereka yang pernah duduk di tepinya, memandang laut tanpa tergesa, pantai ini selalu menyimpan alasan untuk kembali.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata AcehNews

Disbudpar Optimalkan Promosi Kunjungan Wisatawan ke Aceh

POPULARITAS.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menyatakan terus memperkuat promosi...

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata AcehHeadline

Ombak Lampuuk, Jeram Alas, hingga Puncak Leuser: Menjelajah Tiga Wajah Alam Aceh

POPULARITAS.COM – Aceh punya banyak cara untuk memikat. Di pesisir baratnya, ombak...

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata AcehFeature

Sore yang Riuh di Geunang Geudong: Kopi Aceh, Mi Rempah, dan Danau di Pinggir Meulaboh

POPULARITAS.COM – Deru kendaraan dan hiruk-pikuk Kota Meulaboh perlahan tertinggal di belakang....