POPULARITAS.COM – RSUD Aceh Besar terpaksa menutup seluruh layanan poliklinik pada Senin (20/4/2026) akibat aksi mogok massal yang dilakukan oleh tenaga medis, termasuk dokter spesialis. Penutupan ini menyebabkan ratusan pasien yang datang untuk berobat harus pulang tanpa mendapatkan pelayanan.
Aksi mogok tersebut dibenarkan oleh salah satu perwakilan dokter spesialis, dr Irfan saat dikonfirmasi Popularitas.com. Ia menyebutkan bahwa penghentian layanan membuat poliklinik tidak menerima pasien sama sekali.
“Penutupan ini menyebabkan poliklinik tidak menerima pasien, sehingga masyarakat yang datang harus kembali tanpa layanan kesehatan,” kata Irfan, Senin (20/4/2026).
Aksi mogok dipicu oleh krisis persediaan obat-obatan yang telah berlangsung selama kurang lebih lima bulan. Kondisi ini dinilai mengganggu proses pelayanan medis secara signifikan, sehingga tenaga kesehatan tidak dapat menjalankan tugas secara optimal.
Selain kekosongan obat, tenaga medis juga mempersoalkan belum dibayarkannya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sejak Januari 2025, serta keterlambatan pencairan jasa medis sejak November 2025. Mereka juga menyoroti penurunan jumlah kunjungan pasien yang berdampak pada menurunnya klaim rumah sakit.
Irfan menjelaskan, persoalan tersebut diduga berkaitan dengan belum optimalnya penerapan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang telah ditetapkan sejak 2024.
“Hingga kini, sistem tersebut belum berjalan maksimal, sehingga berdampak pada pengelolaan anggaran, administrasi, dan pelayanan medis,” ujarnya.
Akibat aksi mogok ini, 13 poliklinik ditutup. Para tenaga medis menyatakan akan menghentikan pelayanan rawat jalan hingga waktu yang belum ditentukan, sampai seluruh tuntutan mereka dipenuhi.
Irfan juga mendesak adanya audiensi dengan Pemerintah Daerah dan DPRK Aceh Besar, guna membahas sejumlah persoalan, mulai dari pengadaan obat-obatan, percepatan implementasi BLUD, hingga penyelesaian TPP dan pencairan jasa medis.
“Meski demikian, layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap beroperasi seperti biasa, mengingat sifatnya yang darurat dan berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa pasien,” pungkasnya.









Leave a comment