Home News Traktor 4WD Bantuan Kementan Dinilai Kurang Cocok untuk Sawah Abdya
News

Traktor 4WD Bantuan Kementan Dinilai Kurang Cocok untuk Sawah Abdya

Share
Bupati Abdya, Safaruddin meninjau lima unit traktor 4WD bantuan dari Kementan yang tiba di gunang penyimpanan Alsintan Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, pada pertengahan 2025. Dok Pemda Abdya
Share

POPULARITAS.COM– Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menerima lima unit traktor roda empat (4WD) dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI pada Juni 2025.

Bantuan tersebut dibawa langsung oleh Bupati Abdya Safaruddin ke Abdya, di awal pemerintahannya, sebagai bagian dari program peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan daerah.

Namun, di lapangan, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) tersebut menuai sorotan.

Sejumlah petani  menilai traktor 4WD tersebut kurang sesuai dengan karakteristik lahan sawah di Abdya, yang didominasi tanah berlumpur dan berair.

“Kalau targetnya 1 sampai 2 hektare per hari, itu tidak tercapai,” ujar salah seorang petani kepada Popularitas.com, Selasa (20/1/2026).

Menurutnya, traktor tersebut cenderung berat dan kurang optimal digunakan di sawah berlumpur, sehingga memperlambat proses pengolahan lahan.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang ketepatan spesifikasi bantuan alsintan dari pemerintah pusat, terutama bagi daerah seperti Abdya yang memiliki karakter lahan persawahan khusus.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, Hendri Yadi STP saat dikonfirmasi membantah anggapan bahwa traktor tersebut tidak dapat digunakan.

Ia menegaskan bahwa persoalannya bukan pada fungsi alat, melainkan pada kecocokan dengan kondisi lahan.

“Bukan tidak bisa dipakai, tapi kurang cocok. Bisa saja dipakai, tapi karena lahan kita berlumpur, jadi kerjanya agak lambat,” ujar Hendri Yadi kepada Popularitas.com, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa secara teknis traktor tetap dapat digunakan, namun efisiensinya menurun, sehingga target pengolahan lahan hingga dua hektare per hari tidak selalu tercapai.

“Kadang target dua hektare sehari tidak tercapai. Maklum, kita menerima bantuan yang memang sudah ada dari pusat, gak mungkin juga kita tolak,” tambahnya.

Hendri juga mengungkapkan bahwa sejak awal pihaknya mengusulkan merek traktor 4WD yang lebih sesuai, seperti Kubota atau Yanmar, yang dinilai lebih ringan dan cocok untuk sawah di Abdya yang basah. Namun, bantuan yang diterima menyesuaikan dengan stok yang tersedia di Kementan yaitu merk Harfia.

Namun, sebagai daerah penyangga pangan di wilayah Barat Selatan Aceh, ia mengaku telah mengajukan penambahan 30 unit alsintan, berupa 20 unit traktor 4WD, 10 unit Combine dan excavator mini 1 unit, pada tahun anggaran 2026.

“Untuk mendukung peran Abdya sebagai penyangga pangan, kita memang membutuhkan tambahan alsintan,” kata Hendri.

Menurut Hendri, mengenai permohonan bantuan, pihaknya telah berkomunikasi dengan LO Asintan untuk wilayah Aceh, dan dalam usulan terbaru tersebut, pihaknya kembali menekankan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi lahan persawahan Abdya.

“Kita sudah usulkan, dan kita minta merek Kubota atau Yanmar, atau minimal traktor yang cocok dengan kondisi lahan kita,” tegasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

News

Dolar AS Menguat, Harga Obat Naik hingga 10 Persen

POPULARITAS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga...

Exit mobile version