Home News Tujuh WNI Jadi Korban TPPO di Myanmar, Empat Diantaranya Asal Aceh
News

Tujuh WNI Jadi Korban TPPO di Myanmar, Empat Diantaranya Asal Aceh

Share
Ilustrasi
Share

POPULARITAS.COM – Sebanyak tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myanmar. Empat orang diantaranya diketahui berasal dari Aceh.

Berdasarkan data yang diterima, empat korban berasal dari Aceh, yakni tiga orang berasal dari Kota Lhokseumawe atas nama M Taisar, Maulana Annur, dan Malik Rizky, serta satu orang dari Aceh Besar bernama Prabu Agung Pranata.

Kemudian, dua orang berasal dari Sumatera Utara, yaitu Bayu Prayogi dan Timur Agum Shallfalih.Terakhir berasal dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bernama Nur Hasanah.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) asal Aceh, Sudirman atau Haji Uma menyebutkan hingga saat ini keberadaan mereka belum ditemukan dan dikhawatirkan tidak selamat jika tidak segera mendapat perlindungan.

Oleh karena itu, Haji Uma telah menyurati Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) dan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) sebagai upaya advokasi bagi tujuh WNI yang menjadi korban TPPO di Myanmar.

“Kita telah berkoordinasi dan menyurati Kemenlu dan KBRI di Myanmar, meminta upaya proteksi terhadap tujuh WNI korban TPPO. Mereka saat ini belum ditemukan keberadaannya dan butuh upaya perlindungan,” kata Haji Uma, Senin (15/9/2025).

Haji Uma menjelaskan, kasus ini bermula ketika dirinya menerima surat dari keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Aceh bahwa melaporkan adanya tujuh WNI disekap serta dipaksa bekerja oleh jaringan perekrut ilegal di Myanmar.

Surat tersebut juga memuat identitas lengkap para korban yang terdiri dari enam laki-laki dan satu perempuan.

“Keselamatan WNI di luar negeri adalah tanggung jawab negara. Oleh karena itu, kita meminta agar pemerintah melalui perangkatnya yakni Kemenlu dan KBRI untuk memberikan upaya perlindungan dan penyelamatan kepada mereka yang menjadi korban kejahatan lintas negara”, ujarnya.

Haji Uma menambahkan, dari hasil koordinasi yang dilakukan KBRI Yangon berkomitmen akan menelusuri keberadaan para korban. Mereka juga menyampaikan terima kasih atas laporan dan informasi yang disampaikannya.

KBRI Yangon mengakui bahwa mereka menghadapi kesulitan besar dalam menangani kasus ini. Hambatan tersebut bukan karena pemerintah Indonesia belum menjalin kerja diplomatik, melainkan akibat situasi keamanan yang tidak kondusif dan lemahnya penegakan hukum di Myanmar.

“Kondisi itu membuat penanganan kasus perdagangan orang maupun perlindungan WNI menjadi sangat kompleks,” ucapnya.

Haji Uma mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi KBRI tetap berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan hukum, administrasi, hingga dukungan imigrasi, meskipun jumlah staf terbatas dan situasi konflik di Myanmar memperumit tugas mereka.

Haji Uma berharap para korban segera dapat ditemukan seluruhnya dan bisa dipulangkan ke tanah air secepatnya. Ia juga menegaskan pentingnya upaya bagi pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

“Masyarakat harus berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri, terutama melalui jalur tidak resmi yang kerap berujung pada praktik perdagangan orang. Pastikan keberangkatan hanya melalui mekanisme resmi dan dalam pengawasan pemerintah agar terhindar dari jeratan sindikat ilegal,” pungkasnya.

Haji Uma menambahkan bahwa perlindungan terhadap WNI di luar negeri harus terus diperkuat, baik melalui kebijakan yang lebih tegas terhadap perekrut ilegal maupun penguatan kerja sama internasional dalam memberantas jaringan perdagangan orang.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

News

Dasco Mengaku Baru Dengar Kejagung Geledah Kantor BGN

POPULARITAS.COM – Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco...