Home Headline USK batalkan kuliah umum dengan Dubes India
HeadlineNews

USK batalkan kuliah umum dengan Dubes India

Share
Dosen Unsyiah Positif Corona Terakhir ke Kampus 14 Hari Lalu
Kampus Universitas Syiah Kuala. Foto: Humas USK
Share

POPULARITAS.COM – Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh membatalkan kuliah umum dengan Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia, Manoj Kumar Bharti.

Kuliah umum tersebut seyogianya digelar di Gedung ACC Dayan Dawood, Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Kamis (9/6/2022) pukul 10.30 WIB.

“Iya benar (agenda USK dengan Dubes India besok dibatalkan),” kata Koordinator Humas USK, Ferizal Hasan saat dikonfirmasi popularitas.com, Rabu (8/6/2022).

Hal senada disampaikan Rektor USK, Prof Marwan. Kepada popularitas.com, dosen Fakultas Teknik USK itu menjelaskan bahwa kegiatan tersebut ditunda. Namun, Prof Marwan tak merincikan alasan penundaan tersebut.

“Acara dengan Dubes India kita tunda acaranya,” kata Prof Marwan.

Dikutip dari laman resmi USK, Manoj Kumar Bharti dijadwalkan pada Kamis (9/6/2022), mengisi kuliah umum serta penjelasan tentang program beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah India untuk mahasiswa Indonesia.

Kuliah umum tersebut terbuka bagi seluruh mahasiswa Universitas Syiah Kuala dan pendaftaraan dapat dilakukan hingga tanggal 9 April 2022 pukul 08.00 WIB melalui link https://bit.ly/Pendaftaran-KU-DutaBesar-India.

Sebelumnya, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meminta kepada Dubes India untuk Indonesia, segera akhiri kegiatannya di Banda Aceh.

Pernyataan Nova itu, disampaikannya kepada Popularitas.com, Rabu (8/6/2022), sehubungan dengan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilontarkan oleh Juru Bicara Partai Bharatiya Janata Party (BJP), yang merupakan partai berkuasa di negara itu saat ini.

“Saya harap, dubes India segera akhiri kegiatan di Banda Aceh,” tegas Nova.

Kecaman dan penolakan terhadap kehadiran Dubes India terus mengalir dari sejumlah pejabat di Aceh, salah satunya Wakil Ketua DPRA, Safaruddin.

Politikus Gerindra itu bahkan mendukung Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang meminta Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia mengakhiri kegiatannya di Aceh.

“Kita dukung dan apresiasi (Gubernur Aceh) dengan sikap itu. Kita juga mengutuk mereka yang menjadikan agama sebagai alat berpolitik,” kata Safaruddin.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

NewsSosial dan Budaya

Kolaborasi Pemerintah Aceh, BPMA, dan Medco Tanam 1.000 Mangrove

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri...

News

Samsat Banda Aceh : Seluruh Pelayanan Resmi Pajak  Dipastikan Gratis, Jangan Pakai Calo!

POPULARITAS.COM – Kepala Samsat Banda Aceh, Rahmat Syahreza, mengimbau seluruh masyarakat agar...

News

Bongkar Pasang Kepala SKPK Pidie oleh Sarjani

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat...