Home News Warga Malaysia Boikot Produk Non-Muslim
News

Warga Malaysia Boikot Produk Non-Muslim

Share
Kampanye di Malaysia. (Foto: The Star)
Share

Malaysia (popularitas.com) – Malaysia sedang digoyang ajakan untuk memboikot produk-produk non-muslim sejak akhir Agustus lalu. Maksudnya, warga Malaysia diajak untuk membeli produk yang dibuat dan dijual oleh orang-orang muslim, ketimbang buatan non-muslim.

Aksi ini berawal dari kicauan di Facebook fan page mulai Desember lalu. Awalnya adem-adem saja, sampai bulan lalu diskusi untuk melakukan boikot produk non-muslim mulai menarik perhatian netizen Malaysia.

Aksi ini ramai setelah Muslim Consumers Association of Malaysia (PPIM) dan Malaysian Chambers of Entrepreneurs Business Development (MCED) menyerukan larangan pembelian produk muslim yang menggunakan aksara Jawi.

Hal ini dipicu seruan Islamic Development Department yang meminta sertifikat halal harus dikeluarkan dalam bahasa asli dari produsen produk tersebut sehingga konsumen bisa mengidentifikasi apakah produk itu dari produsen muslim atau bukan.

Namun belum lama ini, akibat kontroversi yang semakin meluas, pengusaha muslim di Penang mulai memperhalus kampanye tersebut. Mereka meminta agar masyarakat lebih memilih untuk membeli produk hasil produksi warga muslim atau produk Islami di negara tersebut.

Kampanye tersebut dinamakan Buy Muslim-made first yang digaungkan kelompok LSM Gerakan Pembela Ummah (Ummah). Kampanye ini mulai diinisiasi di Penang pada Minggu 8 September 2019. Mereka diminta untuk memprioritaskan membeli produk islami atau buatan lokal Malaysia (bumiputera).

Wakil ketua nasional gerakan Ummah, Mohammad Zai Mustafa mengatakan Penang dipilih karena merupakan wilayah bisnis yang ramai dan salah satu kota terbesar di wilayah utara.

“Penang dapat memberikan peluang bagi produk-produk Muslim, jadi saya pikir kami dapat membantu pengusaha Muslim mempromosikan produk mereka di sini,” katanya.

Dalam acara itu hadir 50 pengusaha Muslim yang berkumpul di Hotel Pen-Mutiara.

Zai Mustafa mengatakan, kampanye itu bukan untuk memboikot tetapi untuk memberdayakan ekonomi dan menciptakan lingkungan yang sehat antara komunitas Muslim dan lainnya.

“Kami tidak melakukan boikot, kami hanya membantu Muslim dan juga pemerintah mempromosikan ekonomi yang lebih sehat, lebih baik,” tuturnya.

Sumber: VIVA.co.id

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Wagub Fadhlullah  Minta Pemkab Tuntaskan Pembangunan Huntap pada 2027

POPULARITAS.COM – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, atau akrab disapa Dek Fadh meminta...

News

Jangan Salah, Ini Beda Fungsi Air Purifier dan Humidifier

POPULARITAS.COM – Menjaga kualitas udara di dalam rumah bukan hanya soal membersihkan...

HukumNews

Dirjen Imigrasi Ungkap Modus Penipuan perekrutan WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia

POPULARITAS.COM – Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengungkap modus penipuan yang merekrut...

News

Buku ‘Ilmu Kepolisian sebagai Bidang Studi’ karya Dedy Tabrani dibedah di Universitas Indonesia

POPULARITAS.COM – Para akademisi di Universitas Indonesia (UI) di Jakarta, gelar kegiatan...

Exit mobile version