Home News 10 kecamatan di Aceh Tamiang masih terisolasi akibat banjir, bupati : akses bantuan minim
News

10 kecamatan di Aceh Tamiang masih terisolasi akibat banjir, bupati : akses bantuan minim

Share
10 kecamatan di Aceh Tamiang masih terisolasi akibat banjir, bupati : akses bantuan minim
Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi. FOTO : www.acehtamiangkab.go.id
Share

POPULARITAS.COM – Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi mengatakan sepuluh dari dua belas kecamatan di wilayahnya masih terisolasi akibat banjir dan longsor.

Armia Pahmi menyebutkan bahwa hingga saat ini bantuan baru dapat menjangkau dua kecamatan, sementara wilayah lainnya masih terhambat oleh tingginya genangan air dan kerusakan akses jalan.

“Jadi, saat ini kami baru bisa melakukan akses untuk memberikan bantuan ke dua kecamatan, yaitu Kecamatan Karang Baru dan Kecamatan Kualasimpang, serta sebagian daerah Paya Bedi Kecamatan Rantau,” kata Armia Pahmi, Minggu (30/11/2025).

Menurut Armia, hambatan utama adalah tingginya volume genangan air dan kerusakan jalur transportasi, termasuk longsor di kawasan Seumadam. Kondisi tersebut membuat upaya penyaluran bantuan terhambat.

“Ada beberapa kendala. Pertama, volume air masih tinggi. Kemudian ada kendala lainnya seperti longsor di Seumadam sehingga menyulitkan kami,” ujarnya.

Armia mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mempercepat masuknya bantuan. Dia menjelaskan bahwa pengiriman bantuan melalui jalur darat sangat terbatas, terutama karena akses menuju Langsa juga terputus.

“Sementara kami terus menghubungi pemerintah provinsi dan pusat agar segera mengirimkan bantuan ke sini. Bantuan bisa dikirim melalui udara atau laut, walaupun harus ke Limau Mungkur. Karena kalau misalnya bantuan itu masuk lewat Langsa banyak kendala. Jalannya tidak bisa diakses, masih banyak air yang menggenangi badan jalan,” tuturnya.

Armia menyebutkan bahwa beberapa bantuan dari BNPB sudah masuk melalui helikopter, namun jumlahnya belum mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Bantuan yang sudah masuk ada bantuan dari BNPB melalui helikopter, cuma masih terbatas bantuannya. Makanya kami harapkan supaya semaksimal mungkin, karena kami memiliki 310 ribu masyarakat Aceh Tamiang, semuanya terdata dan semuanya perlu makan,” ujarnya.

Armia menegaskan bahwa ketersediaan logistik menjadi prioritas utama. Bahan pangan pokok diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setidaknya dalam 10 hari ke depan.

“Seperti beras, air bersih, makanan siap saji, makanan bayi, minyak goreng, serta lauk pauk. Minimal untuk dalam waktu 10 hari. Makanya kita butuh banyak untuk sembako dan logistik lainnya,” katanya.

Dengan kondisi air yang mulai surut, pemerintah daerah kini menyiapkan pembangunan posko-posko bantuan dan dapur umum.

“Untuk posko, sedang kami bangun, karena ini kan baru surut airnya. Nanti kami akan membangun posko di tempat-tempat masyarakat berkumpul dan nanti di sana ada dapur umum,” jelasnya.

Bupati Aceh Tamiang juga melaporkan data sementara terkait korban jiwa akibat banjir dan longsor.

“Untuk data korban, data yang baru ada pada saya itu lebih kurang ada 10 orang meninggal dunia korban banjir dan longsor,” pungkasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HeadlineNewsSepakbola

Torres Antar Spanyol Juara Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Kesabaran, disiplin, dan kecerdasan taktik akhirnya membawa Spanyol kembali ke...

InternasionalNews

AS Cabut Larangan TikTok di Perangkat Pemerintah setelah Restrukturisasi

POPULARITAS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, aturan yang mewajibkan penghapusan...

EkonomiNews

Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau

POPULARITAS.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menggelar pertemuan...

InsfrastrukturNews

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh terus mempercepat pelaksanaan kegiatan Tambahan Transfer ke Daerah...