Home Kesehatan 5 Alasan Kacamata Bisa Bikin Pusing dan Mata Tidak Nyaman
KesehatanNews

5 Alasan Kacamata Bisa Bikin Pusing dan Mata Tidak Nyaman

Share
5 Alasan Kacamata Bisa Bikin Pusing dan Mata Tidak Nyaman. Foto : HO | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Kacamata digunakan untuk membantu penglihatan agar lebih jelas. Namun, bagi sebagian orang, penggunaan kacamata justru dapat menimbulkan keluhan seperti sakit kepala, pusing, mata lelah, hingga pandangan kabur.

Keluhan tersebut cukup umum terjadi, terutama ketika seseorang baru menggunakan kacamata dengan resep lensa baru. Mata membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lensa.

Selain proses adaptasi, rasa tidak nyaman juga dapat disebabkan oleh bingkai yang kurang pas atau resep lensa yang tidak sesuai dengan kebutuhan penglihatan.

Lantas, apa saja penyebab kacamata bisa membuat kepala pusing?

  1. Adaptasi dengan Resep Baru

Saat pertama kali menggunakan kacamata atau mendapatkan perubahan resep yang cukup besar, mata perlu beradaptasi dengan kekuatan lensa yang baru.

Proses tersebut dapat membuat mata terasa tegang dan memicu sakit kepala

Dilansir dari Medical News Today, masa penyesuaian dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

Selama periode tersebut, pengguna juga dapat mengalami mata lelah, pandangan kabur, atau distorsi gambar.

  1. Pemakaian Lensa Bifokal, Trifokal, atau Progresif

Lensa bifokal, trifokal, dan progresif memiliki bagian dengan kekuatan berbeda untuk membantu penglihatan pada jarak tertentu.

Pengguna baru perlu membiasakan diri melihat melalui bagian lensa yang sesuai. Proses adaptasi ini dapat menimbulkan keluhan seperti sakit kepala, pusing, atau mual.

  1. Bingkai Kacamata Terlalu Ketat atau Longgar

Selain lensa, bingkai kacamata juga dapat menjadi penyebab rasa tidak nyaman. Bingkai yang terlalu ketat dapat memberikan tekanan pada hidung, pelipis, atau bagian belakang telinga. Sebaliknya, bingkai yang terlalu longgar dapat membuat kacamata mudah melorot.

Jarak bingkai dari mata juga perlu diperhatikan. Posisi yang terlalu dekat atau terlalu jauh dapat membuat pengguna merasa tidak nyaman.

Jika bingkai terasa menekan atau meninggalkan bekas pada hidung, posisinya dapat disesuaikan agar lebih nyaman digunakan.

  1. Resep Lensa Tak Sesuai

Kekuatan lensa yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat membuat mata bekerja lebih keras. Kondisi tersebut dapat memicu sakit kepala.

Selain kekuatan lensa, jarak antarpupil atau interpupillary distance (IPD) juga perlu diukur secara tepat. Pengukuran yang tidak sesuai dapat membuat mata mengalami ketegangan.

Gangguan refraksi yang tidak terkoreksi juga dapat menyebabkan sakit kepala, termasuk rasa sakit di sekitar mata atau bagian depan kepala.

  1. Kacamata Tidak Sesuai dengan Aktivitas

Satu jenis kacamata belum tentu cocok digunakan untuk semua aktivitas. Kacamata yang dirancang untuk melihat jarak jauh atau membaca, misalnya, belum tentu sesuai untuk bekerja dalam waktu lama di depan komputer.

Jika kacamata tidak sesuai dengan kebutuhan penglihatan saat melakukan aktivitas tertentu, pengguna dapat mengalami rasa tidak nyaman dan sakit kepala.

Jika keluhan muncul setelah menggunakan kacamata dengan resep baru, mata mungkin masih berada dalam tahap penyesuaian.

Healthline menyarankan agar pengguna tidak terlalu sering berganti antara kacamata lama dan baru karena hal tersebut dapat memperpanjang proses adaptasi.

Ketika diperlukan, pengguna dapat melepas kacamata dan mengistirahatkan mata selama sekitar 15 menit. Kompres dingin juga dapat digunakan untuk membantu membuat mata terasa lebih nyaman.

Bagi pengguna komputer, lensa dengan lapisan antireflektif dapat membantu mengurangi silau dari layar. Sementara itu, bingkai yang terlalu ketat atau tidak pas dapat disesuaikan kembali.

Kapan Pusing karena Kacamata Perlu Diperiksa?

Sakit kepala, pusing, atau mual yang muncul setelah menggunakan kacamata baru umumnya dapat berkaitan dengan proses adaptasi.

Namun, keluhan yang menetap perlu diperhatikan. Jika sakit kepala, pusing, atau mual masih terjadi setelah sekitar satu minggu menggunakan kacamata baru, diimbau untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Pemeriksaan juga diperlukan apabila sakit kepala sering atau terus-menerus muncul setiap kali menggunakan kacamata. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui apakah resep lensa perlu disesuaikan atau bingkai perlu diperbaiki.

Jika keluhan terus berlanjut, pemeriksaan mata dapat membantu menemukan penyebab dan menentukan penyesuaian yang diperlukan.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Upacara HUT ke-81 TNI di Banda Aceh Berlangsug Sederhana, TNI Fokus Pemulihan Bencana

‎‎‎POPULARITAS.COM — Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufiq, menghadiri Upacara Peringatan...

News

Demi Keselamatan, Kemenhub Pisahkan Kapal Angkut Barang dan Penumpang

POPULARITAS.COM –  Kementerian Perhubungan memisahkan kapal penyeberangan yang mengangkut kendaraan barang dari...

InternasionalNews

5 Rumah Sakit di Rusia Lockdown Pascakematian Pekerja Lab Anti-Wabah

POPULARITAS.COM – Lima rumah sakit di wilayah Irkutsk, Rusia, dilaporkan ditutup untuk...

News

BGN Ubah Insentif SPPG Jadi Rp 2.000 Per Porsi

POPULARITAS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menerapkan perubahan mekanisme insentif bagi...