POPULARITAS.COM – Lima rumah sakit di wilayah Irkutsk, Rusia, dilaporkan ditutup untuk karantina selama tiga minggu setelah seorang pekerja laboratorium bernama Daria Shipilova, karyawan Institut Penelitian Anti-Wabah di Shelekhov, meninggal akibat jenis wabah yang tidak spesifik.
Menurut laporan media independen Rusia, Baikal People, rumah sakit yang di-lockdown sementara adalah yakni City Clinical Hospitals No 1, 3, dan 10, Rumah Sakit Distrik Shelekhov, serta Rumah Sakit Klinik Anak Kota Ivano-Matreninskaya.
Menurut sumber di sektor kesehatan yang dikutip Baikal People, para dokter di Irkutsk sudah secara terbuka membicarakan wabah tersebut, dikutip dari Express UK, Senin (5/10/2026).
Pembatasan ketat dilaporkan telah diberlakukan di sejumlah fasilitas kesehatan. Pasien tidak diizinkan meninggalkan rumah sakit untuk menemui keluarga. Pengunjung juga dilarang menemui pasien. Keluarga hanya diperbolehkan mengantarkan barang atau bahan makanan.
Namun, media tersebut menyatakan belum dapat mengonfirmasi secara independen seluruh rumah sakit di Irkutsk telah ditutup. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait situasi tersebut.
Dilansir dari The Independent, Senin (5/10/2026), Shipilova dilaporkan sempat memberi tahu petugas medis ia tidak sengaja memecahkan tabung reaksi berisi sampel biologis hidup saat bekerja di fasilitas penelitian tersebut.
Tidak lama setelah kejadian, ia dirawat di rumah sakit karena pneumonia berat yang belum diketahui penyebabnya. Selama menjalani perawatan, ia sempat menggunakan alat bantu pernapasan sebelum meninggal.
Setidaknya 197 orang yang diduga melakukan kontak langsung maupun tidak langsung dengan Daria telah dikarantina. Lebih dari 100 orang di antaranya kini dipantau di bangsal rumah sakit.
Berdasarkan laporan The Moscow Times, Kepala Republik Buryatia, Alexei Tsydenov, mengonfirmasi perempuan berusia 28 tahun itu meninggal akibat bentuk wabah yang tidak spesifik.







Leave a comment