POPULARITAS.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zulfadhli, menjenguk warga yang menjadi korban luka dalam bentrokan antara TNI dan masyarakat di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie, Jumat (6/11/2026).
Pria yang akrab disapa Abang Samalanga itu mendatangi langsung RSUD Tgk Abdullah Syafi’i (TAS) Beureunuen, tempat sebagian besar korban luka dirawat. Ia didampingi Sekretaris Jenderal Partai Aceh sekaligus anggota DPRA, Aiyub Abbas, serta sejumlah anggota dewan lainnya.
Zulfadhli tampak mendatangi satu per satu korban yang masih menjalani rawat inap. Ia memberi semangat kepada para korban dan menyatakan akan mendesak agar peristiwa tersebut diusut tuntas.
Bentrokan di Pulo Keunari terjadi pada Rabu (4/11/2026), saat kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW, dipicu persoalan pengibaran bendera Bulan Bintang. Dalam insiden itu, satu warga, Abzalul Rizal (20), meninggal dunia.
Empat Korban Masih Dirawat
Hingga Jumat, empat korban masih dirawat di RSUD TAS Beureunuen. Selain itu, seorang anak berusia 10 tahun yang turut terluka saat berusaha membela ibunya juga masih berada di rumah sakit. Kondisinya sudah dinyatakan pulih, namun ia masih mendampingi orang tuanya yang tengah menjalani perawatan. Sementara itu, lima korban lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan.
Satu Korban Dirujuk ke Banda Aceh
Di luar RSUD TAS, satu korban lainnya harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Ia adalah Musa (38), warga Gampong Papeun, Kecamatan Muara Tiga, Pidie.
Bagian tengkorak kepala Musa dikabarkan mengalami keretakan, diduga akibat kekerasan yang dialaminya saat bentrokan. Ia sempat ditangani di RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, sebelum dirujuk ke Banda Aceh karena kondisinya serius.
TNI AD sebelumnya menyatakan personel di lapangan telah melakukan pendekatan persuasif, sebelum melepaskan tembakan peringatan dengan amunisi hampa dan peluru karet setelah massa melempari aparat dengan batu dan kayu. Pemerintah pusat, melalui Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, menyatakan sepakat mengusut tuntas insiden tersebut.









Leave a comment