POPULARITAS.COM – Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Jumat (6/11/2026). Mereka menuntut pengusutan tuntas kematian Abzalul Rizal (20), warga yang tewas dalam bentrokan antara TNI dan masyarakat di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro/Truseb.
Bentrokan itu terjadi pada Rabu (4/11/2026), saat kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW, dipicu persoalan pengibaran bendera Bulan Bintang. “Setiap nyawa berharga!” pekik seorang demonstran dalam orasinya.
Selain pengusutan tuntas, mahasiswa juga menuntut pencopotan Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie.
Sempat Dorong-dorongan
Ratusan personel kepolisian tampak berjaga di Kantor DPRK Pidie untuk mengamankan aksi. Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana, turun langsung memantau jalannya unjuk rasa.

Ketika mahasiswa berupaya masuk ke dalam gedung dewan, polisi membentuk pagar betis untuk menghadang. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan, meski tidak dilaporkan adanya korban luka. Mahasiswa kemudian melanjutkan orasi di halaman gedung. Suasana memanas ketika seorang peserta aksi berteriak lantang, “Setelah ambil gaji dari rakyat, bunuh rakyat!”
Tak lama berselang, Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra bersama Wakil Ketua I Teuku Zulkarnaini dan sejumlah anggota dewan lainnya keluar menemui demonstran.
Duduki Ruang Paripurna
Para mahasiswa akhirnya dipersilakan masuk ke gedung dewan. Mereka menduduki ruang paripurna dan menyampaikan orasi secara bergantian di hadapan 14 anggota dewan yang hadir. Sebanyak 26 anggota lainnya disebut tidak berada di tempat karena sedang menjalankan tugas di Pidie Jaya.
Di tengah dialog, ketika mahasiswa mempertanyakan sikap dewan terkait insiden Tiro, aliran listrik tiba-tiba padam dan ruang paripurna sempat gelap gulita.
Sehari sebelumnya, Anwar Sastra Putra telah mengecam dugaan penembakan dan kekerasan terhadap warga sipil dalam insiden tersebut. Menurutnya, TNI semestinya bisa bersikap lebih persuasif.
“Itu melanggar, karena korbannya warga sipil. Lagi pula MoU (perjanjian damai) juga sudah jelas,” kata Anwar, Kamis (5/11/2026).
Gelombang desakan agar insiden ini diusut tuntas juga datang dari berbagai organisasi kepemudaan dan mahasiswa di Aceh, di antaranya Pemuda Muhammadiyah Aceh dan HMI.








Leave a comment