POPULARITAS.COM – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Malaka menemukan potensi penambahan gas dari hasil optimalisasi atau workover (perbaikan) dua sumur di wilayah kerja (WK) A sekitar tujuh MMSCFD.
“Hasil pekerjaan menunjukkan kedua zona berhasil mengalirkan gas ke permukaan dengan performa yang sangat baik,” kata Kepala Divisi Operasi Produksi BPMA, Ibnu Hafizh, di Banda Aceh, dikutip Antara, Selasa (4/8/2026).
Pekerjaan workover tersebut dilakukan pada dua sumur WK A di Kabupaten Aceh Timur, yakni Sumur JR-74 dan JR-38A, dan secara keseluruhan berpotensi menambah produksi gas sekitar tujuh MMSCFD (million standard cubic feet per day atau juta standar kaki kubik per hari).
Ibnu menyampaikan, keberhasilan pada Sumur JR-74 diperoleh melalui serangkaian tahapan teknis yang meliputi cement remediation, squeeze cementing, perforasi, pemasangan single selective completion, hingga pelaksanaan swab well kick pada Formasi Upper Keutapang (UK-4) dan Upper Keutapang (UK-5).
“Berdasarkan evaluasi teknis, pekerjaan ini berhasil mengembalikan potensi produksi gas dari Formasi UK-4 dan UK-5 dengan estimasi tambahan produksi sekitar lima MMSCFD,” ujarnya.
Selanjutnya, segera dilakukan pelaksanaan well test untuk mengonfirmasi laju produksi masing-masing zona sebelum sumur dipersiapkan memasuki tahap produksi.
Sementara itu, pekerjaan pada Sumur JR-38A juga menunjukkan perkembangan menggembirakan, setelah dilakukan rangkaian kegiatan sejak 18-31 Juli 2026.
Sumur tersebut berhasil mengalirkan gas ke permukaan dengan estimasi potensi produksi mencapai sekitar dua MMSCFD.
Ia menambahkan, keberhasilan pekerjaan workover pada Sumur JR-74 serta kemajuan Sumur JR-38A ini mencerminkan sinergi yang kuat antara BPMA dan KKKS Medco E&P Malaka dalam mengoptimalkan potensi sumur-sumur eksisting di WK A.
Keberhasilan ini, kata dia, menjadi salah satu langkah strategis mengoptimalkan potensi produksi sumur eksisting guna mendukung peningkatan produksi gas nasional, sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Tambahan produksi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi gas nasional.
“Semoga tambahan potensi produksi sekitar tujuh MMSCFD dari kedua sumur tersebut dapat segera terealisasi dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi migas nasional serta penguatan ketahanan energi Indonesia,” pungkas Ibnu Hafiz.







Leave a comment