Home News Banyak desa di Aceh hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor, berikut rinciannya
News

Banyak desa di Aceh hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor, berikut rinciannya

Share
Update banjir Aceh, 326 meninggal dunia, 167 hilang, 523 luka berat
Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin. FOTO : HO popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025 menyebabkan sejumlah gampong dan dusun di tujuh kabupaten dinyatakan hilang setelah seluruh permukiman terseret arus dan tidak lagi dapat dihuni.

“Permukiman tersebut lenyap akibat banjir dan longsor. Warga terpaksa mengungsi karena wilayahnya tidak bisa lagi ditempati,” kata Juru Bicara Posko Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, Rabu (7/1/2026).

Murthalamuddi mengatakan, desa dan dusun yang hilang tersebar di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Pidie Jaya.

Kemudian, di Kabupaten Aceh Tamiang, tepatnya di Kecamatan Sekerak, sejumlah desa dilaporkan hilang, yakni Lubuk Sidup, Sekumur, Tanjung Gelumpang, Sulum, dan Baling Karang. Seluruh warga dari desa-desa tersebut telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Sementara di Kabupaten Aceh Utara, satu dusun di Desa Guci serta wilayah Riseh Teungoh, Riseh Baroh, dan Dudun Rayeuk Pungkie di Kecamatan Sawang dan Langkahan juga dinyatakan hilang akibat terjangan banjir dan longsor.

Tabel rincian desa dan dusun yang hilang akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh. Data ini dikeluarkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh. FOTO : HO popularitas.com

Di Kabupaten Nagan Raya, Desa Beutong Ateuh Banggalang, Kecamatan Kuta Teungoh, dan wilayah Babah Suak mengalami kerusakan parah hingga sebagian besar permukiman musnah.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Aceh Tengah. Desa Bintang Pupara dan Kalasegi di Kecamatan Ketol dan Bintang hanya menyisakan beberapa rumah dengan tingkat kerusakan berat. 

Banjir dan longsor juga menghilangkan sejumlah desa dan dusun di Kabupaten Gayo Lues, khususnya di Kecamatan Pantan Cuaca, Blangkejeren, Tripe Jaya, dan Putri Betung.

Selain itu, satu dusun di Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, serta satu dusun di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, turut mengalami kerusakan total dan tidak lagi dapat dihuni.

Murthalamuddin menambahkan, dampak bencana tersebut menyebabkan roda pemerintahan gampong di wilayah terdampak lumpuh karena seluruh perangkat desa ikut mengungsi.

“Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan lanjutan dan menyiapkan langkah penanganan, termasuk relokasi warga serta pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal,” ujarnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Wagub Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat...

News

Bupati Pidie Alokasikan Anggaran Rp125,6 M Untuk Gaji Tenaga PPPK-PW

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie, telah mengalokasikan anggaran dana sebesar ratusan miliar rupiah...

EdukasiNews

Peringati Hardikda Aceh, Rektor USK Tegaskan Pendidikan Bukan Hanya Mengejar Angka dan Prestasi

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Mirza Tabrani, mengingatkan agar pendidikan...

News

Serapan TKD Bencana Sangat Rendah, Bupati Pidie Jaya Murka

POPULARITAS.COM – Serapan anggaran recovery pasca bencana Hidrometeorologi Pidie Jaya bersumber dana...