Home News Berbeda Kuota dan Isi Paket, Sejumlah Penerima MBG di Abdya Diduga Menjadi Laporan Fiktif
News

Berbeda Kuota dan Isi Paket, Sejumlah Penerima MBG di Abdya Diduga Menjadi Laporan Fiktif

Share
MBG Ramadan
Share

POPULARITAS.COM — Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) saat Ramadhan memunculkan kontroversi.

Sejumlah sekolah yang sejak awal menolak penyaluran paket MBG selama ramadhan, justru tercatat dalam laporan administrasi sebagai penerima ratusan paket MBG.

Dapur dibawah Yayasan Ar Ruhul Jadid Aceh, yang beralamat di Desa Geulumpang Payong, Blangpidie, melaporkan penyaluran paket MBG pada 23 Februari 2026 seperti hari biasanya.

Dalam laporan itu, menyebutkan pihak yayasan telah menyalur 2.537 pemerima, dengan komposisi roti kacang hijau, roti cokelat, roti pandan, kurma, pisang, tiga kotak susu, serta tiga butir telur, sementara faktanya ada beberapa sekolah tidak disalurkan.

Adapun rincian penerimanya, TK/KB 291 penerima, SD/MIN 914 penerima, SMP/MTSN 17 penerima, SMA/MAN 575 penerima, ibu hamil, menyusui, balita 489 penerima, tenaga pendidikan 232 paket, dan organ oleptik 19 penerima.

Kabarnya, paket MBG yang dilaporkan merupakan rapelan untuk tiga hari, dengan nilai anggaran sekitar Rp45 ribu per siswa.

Fakta di lapangan berbeda. Beberapa sekolah di kawasan Blangpidie itu, sejak awal telah menolak penyaluran MBG selama ramadhan, karena waktu penyaluran MBG sekitar pukul 15.00 WIB, dianggap mengganggu kenyamanan siswa dan orang tua.

“Iya, kami dari awal menolak. Karena, MBG diantar pukul tiga atau empat sore, sehingga sangat mengganggu kenyamanan anak-anak dan orang tua,” ujar seorang pihak sekolah.

Hal senada juga disampaikan oleh sejumlah wali Murid.

Putra, salah seorang wali murid di salah satu sekolah swasta mengatakan, anaknya tidak menerima sama sekali paket MBG pada 23 Februari.

“Gak ada anak kami menerima MBG, karena pihak sekolah telah menolak, kalau ada dalam laporan itu aneh,” katanya.

Selain dugaan pelaporan fiktif pada sekolah yang menolak, kejanggalan juga ditemukan pada sekolah yang menerima paket MBG rapelan.

Beberapa item menu dilaporkan berkurang atau tidak lengkap. Buah yang seharusnya tiga jenis, namun diterima hanya dua, roti dan susu yang tercatat tiga item, hanya diberikan satu atau dua item.

Praktik serupa juga diduga terjadi di sekolah lain. Paket yang dilaporkan  penyaluran tiga porsi, namun siswa hanya menerima setara dua porsi.

“Katanya tiga porsi, tapi yang diterima seperti menu hari biasanya. Bedanya, nasi diganti roti, buah dan susu lebih banyak, tapi tidak sampai tiga paket seperti yang disampaikan sebelumnya,” ujar seorang guru pengawas sekolah SD di kawasan Susoh dan Jeumpa.

Ada juga pihak sekolah yang ikut melakukan praktik curang, meminta kuota paket lebih dari jumlah siswa yang hadir kepada pihak yayasan, sehingga memicu potensi penyalahgunaan anggaran.

Pemimpin Yayasan Ar Ruhul Jadid Aceh, Ustadz Wahyudi Satria, saat dikonfirmasi Popularitas.com, membenarkan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah yang tercatat dalam laporan diduga fiktif itu, selama ini dilakukan melalui dapur yayasan miliknya.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui adanya selisih dalam laporan tersebut. Dan, ia membenarkan terdapat oknum guru yang meminta kuota penyaluran dilebihkan, meskipun siswa yang bersangkutan tidak hadir.

“Nanti saya cek dulu ya. Penyaluran itu kan tanggung jawab kepala SPPG, ini saya baru tahu ada masalah itu (fiktif),” ujar Pemimpin Yayasan Ar Ruhul Jadid Aceh, Ustadz Wahyudi Satria kepada Popularitas.com, Selasa (24/2/2026).

Sementara itu, Kepala SPPG Geulumpang Payong, Teguh, saat dikonfirmasi Popularitas.com, membantah kabar penyaluran fiktif tersebut. Menurutnya, persoalan itu hanya salah paham dan kesalahan memasukkan data.

“Itu salah laporan saja, karena empat sekolah yang menolak, ikut terentri dalam template laporan.

Tapi, untuk dokumen serah terima MBG empat sekolah itu, tidak kita ambil dan lampirkan (untuk pencairan). Bahkan, untuk penyaluran MBG, kita lakukan sesuai dengan jumlah siswa yang hadir,” terang Teguh.

Ia menambahkan, pada 23 Februari 2026 pihaknya menyalurkan untuk 1.919 penerima, atau total keseluruhan yang dibagikan pada hari Senin, sebanyak 5.757 paket.  “5.757 itu rapelan, selama tiga hari,” pungkasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

News

Dasco Mengaku Baru Dengar Kejagung Geledah Kantor BGN

POPULARITAS.COM – Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco...